VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Pasca kejadian longsor atau pergerakan tanah yang terjadi di sekitar Kantor Kepala Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung pada Minggu malam (18/5/2025) pukul 22.30 WIB, dipastikan pelayanan pemerintahan desa kepada masyarakat tidak terganggu.
Meski saat bencana alam itu melanda, Kantor Kepala Desa Nagreg Kendan hancur, sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat tertimbun dan enam rumah warga terdampak bencana longsor tersebut.
“Alhamdulillah, pelayanan Pemerintah Desa Nagreg Kendan kepada masyarakat tidak terganggu,” kata Plt. Camat Nagreg Dindin Hikmat saat diminta informasinya pada Selasa (27/5/2025) malam.
Untuk tetap pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, kata Dindin, Pemerintah Desa Nagreg Kendan pun merespon cepat petunjuk Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau lokasi bencana longsor, Senin (19/5)2925).
“Atas petunjuk Bapak Bupati Bandung sejak hari Rabu tanggal 21 Mei 2025, Kantor Desa Nagreg Kendan telah pindah ke lokasi Kampung Gamblung Timur, sekitar 50 meter samping KUA Nagreg,” jelas Dindin.
“Alhamdulillah dalam waktu 6 hari pasca longsor, sebagian besar aktifitas masyarakat telah kembali berjalan normal,” imbuh Plt. Camat Nagreg.
Untuk menindaklanjuti penanggulangan pasca-bencana longsor, ia menyebutkan sejumlah unsur melaksanakan rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama di Aula Kecamatan Nagreg, Jumat (23/5/2025).
Jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung maupun yang mewakili, dan OPD Kabupaten Bandung serta Forkopimcam Nagreg dan kepala desa setempat hadir pada rakor tersebut.
“Pasca-pelaksanaan rakor, dapur umum dihentikan. Pematangan lahan sisa longsor terus dilakukan dengan alat berat sampai hari Senin (26/5/2025) kemarin telah dihentikan pula,” katanya. @kos