Pasutri Penista Agama Dicokok di Warungkiara Saat Berwisata ke Pelabuhanratu

Editor Kapolresta Sukabumi AKBP Zainal Abidin saat gelar perkara Pasutri penista agama, Jumat (6/5/2022). /visi news/eko aripyanto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SUKABUMI – Sat Reskrim Polresta Sukabumi mencokok pasangan suami istri (Pasutri) saat tengah berwisata ke Pelabuhanratu baru-baru ini.

Tepatnya di sekitar kawasan Warungkiara, Kamis (5/5/22) pasutri yang diduga merupakan pelaku penista agama tersebut, langsung digelandang ke Mapolresta Sukabumi guna menjalani pemeriksaan.

“Pasutri berinisial DER dan SR itu diduga pelaku penginjak Al-Qur’an dan kemudian di upload serta viral di media sosial (Medsos) milik SR,” kata Kapolresta Sukabumi AKBP Zainal Abidin.

Hasil keterangan sementara, aksi tersebut dilakukan pada tahun 2020, dimana pasutri asal Kampung Koleberes itu, sengaja merekam vidio adegan injak Al-Qur’an tersebut untuk bersumpah.

“Tersangka SR merekam vidio injak kitab suci umat Islam yang dilakukan DER itu pada tahun 2020, dan diunggah pada 4 Mei 2022,” ungkapnya.

Dihadapan awak media Jumat (6/5/2022), Zainal menjelaskan, motif sementara atas perbuatan para pelaku adalah bentuk sumpah suami agar tidak kembali membuat kesal istrinya.

“Keterangan tersangka, aksi yang dilakukannya itu bukan bermaksud menistakan agama Islam melainkan
bentuk sumpah suami agar tidak kembali membuat kesal istrinya,” jelasnya.

Karena DER dianggap melanggar sumpah, lanjut Zainal, SR kemudian mengancam DER dan mengupload vidio tersebut ke akun peribadinya sehingga viral dan memancing amarah umat Islam.

“Vidio tersebut menjadi alat SR untuk mengancam DER
jika kembali membuat kesal, namun faktanya pasutri ini kembali bertengkar saat berwisata hingga akhirnya nekad mengunggah vidio tersebut,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pasutri yang diketahui menikah siri itu dijerat pasal berlapis yakni Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008.

“Pasal ITE para tersangka terancaman kurungan penjara enam tahun, ditambah pasal 156a KUHP tentang Penistaan Terhadap Agama, ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” pungkasnya.@eko

Baca Juga :  HIKMAH: Cara Berbuka Puasa Seperti Rasulullah

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dokter Jelaskan Tidak Benar Hepatitis Akut Berhubungan dengan Vaksin Covid-19

Jum Mei 6 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Hubungan antara Hepatitis akut bergejala berat dan Adenovirus pada vaksin COVID-19 adalah narasi yang tidak benar. Hal ini diungkapkan oleh dokter Anak Konsultan Gastrohepatologi Hanifah Oswari. Berdasarkan Journal Hepatology yang terbit pada 21 April 2022 menuliskan laporan “Vaksinasi SARS-CoV-2 dapat menimbulkan Hepatitis dominan sel T […]