VISI.NEWS | BANDUNG – Suasana pagi di kawasan National Mall mendadak berubah menjadi perbincangan hangat publik. Di antara monumen dan ruang terbuka yang biasanya dipenuhi wisatawan, tiba-tiba muncul sebuah patung kontroversial yang menampilkan dua sosok mirip Donald Trump dan Jeffrey Epstein. Patung itu meniru adegan ikonik dari film Titanic, sehingga langsung menarik perhatian pengunjung yang melintas.
Instalasi tersebut memperlihatkan dua figur pria berdiri di atas miniatur bagian depan kapal, dengan kedua tangan terentang lebar seolah sedang menikmati angin laut. Posisi Trump digambarkan berdiri di belakang Epstein, menyerupai adegan romantis antara karakter Jack dan Rose dalam film legendaris yang dirilis pada 1997 itu. Perpaduan antara pose dramatis dan tokoh yang digambarkan membuat patung ini menjadi bahan diskusi publik, baik di lokasi maupun di media sosial.
Seorang pengunjung yang menyaksikan langsung instalasi itu, Mark Reynolds, mengaku terkejut melihat karya seni tersebut muncul di ruang publik yang begitu simbolis bagi Amerika Serikat.
“Saya awalnya kira ini hanya semacam dekorasi film atau promosi. Tapi setelah melihat plakatnya, saya sadar ini jelas sebuah pernyataan politik yang cukup tajam,” ujar Reynolds kepada wartawan di lokasi.
Plakat yang terpasang di bagian depan patung memang mengundang perhatian. Teks di dalamnya menyebutkan bahwa monumen tersebut “menghormati ikatan antara Donald Trump dan Jeffrey Epstein, sebuah persahabatan yang tampaknya dibangun di atas perjalanan mewah, pesta-pesta meriah, dan sketsa telanjang rahasia.” Kalimat tersebut langsung memancing reaksi beragam dari pengunjung yang datang melihat instalasi tersebut.
Patung misterius itu diketahui merupakan karya dari kelompok seniman anonim bernama Secret Handshake. Kelompok ini memang dikenal sering menghadirkan instalasi satir yang menyinggung tokoh-tokoh publik dan isu politik. Meski identitas para senimannya tidak pernah diungkap, karya-karya mereka kerap muncul secara tiba-tiba di ruang publik dan memicu diskusi luas.
Menurut informasi yang beredar, patung tersebut dipasang sejak Selasa, 10 Maret 2026, dan rencananya akan berada di kawasan National Mall hingga Jumat, 13 Maret 2026. Selain patung utama, terdapat pula sekitar sepuluh spanduk yang dipasang di sekeliling area instalasi. Spanduk itu menampilkan berbagai pesan satir yang menyinggung situasi politik saat ini.
Dalam pernyataan yang dikutip media lokal, Secret Handshake menyebut pemasangan instalasi ini berkaitan dengan apa yang mereka sebut sebagai “tahun spanduk” bagi Trump.
“Tahun ini penuh dengan simbol dan pesan. Kami hanya menambahkan satu lagi interpretasi artistik ke ruang publik,” tulis kelompok tersebut dalam pernyataan singkat.
Aksi ini bukan pertama kalinya kelompok itu membuat sensasi di National Mall. Tahun sebelumnya, instalasi patung lain yang juga menggambarkan Trump dan Epstein pernah muncul di lokasi yang sama. Dalam karya tersebut, kedua figur digambarkan sedang berpegangan tangan sambil melompat bersama, dengan plakat yang menyebutkan bahwa patung itu “merayakan ikatan abadi antara Presiden Donald J. Trump dan ‘sahabat terdekatnya,’ Jeffrey Epstein.”
Tak berhenti di situ, Secret Handshake juga pernah memamerkan sebuah kartu ucapan ulang tahun raksasa setinggi tiga meter yang didedikasikan untuk Epstein. Instalasi itu muncul bertepatan dengan hari ulang tahunnya dan menampilkan replika pesan yang diduga pernah dikirim oleh Trump. Para pengunjung bahkan diizinkan menandatangani kartu tersebut, menjadikannya bagian dari karya seni interaktif.
Seorang wisatawan lain, Linda Martinez, mengaku melihat instalasi itu sebagai bentuk kritik sosial yang kuat.
“Ini jelas provokatif, tapi seni memang sering digunakan untuk memancing percakapan. Orang mungkin tidak setuju, tapi mereka pasti akan membicarakannya,” kata Martinez.
Hingga kini, pihak pengelola taman nasional belum memberikan komentar resmi terkait instalasi tersebut. Namun, kemunculan patung itu kembali memunculkan perdebatan tentang batas antara seni, satire politik, dan ruang publik di ibu kota Amerika Serikat.
Sementara itu, bagi banyak pengunjung, patung kontroversial ini menjadi tontonan yang tidak biasa di jantung Washington. Dalam waktu singkat, karya satir tersebut berhasil mengubah kawasan bersejarah menjadi panggung diskusi tentang politik, seni, dan simbolisme yang terus memicu perhatian publik. @kanaya