Pedagang Pasar Tradisional Solo Deklarasikan “Pasar Bebas Rentenir”

Editor Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, ikut menandatangani deklarasi "Pasar Bebas Rentenir" bersama pedagang pasar tradisional Kota Solo. /visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Para pedagang pasar tradisional di Kota Solo mendeklarasikan gerakan “Pasar Bebas Rentenir” untuk melawan praktik rente dan pinjaman online ilegal (pinjol) yang menjerat para pedagang dengan bunga tinggi.

Gerakan tersebut merupakan kelanjutan dari program Pemkot Solo untuk menyalurkan pinjaman modal kepada para pedagang pasar tradisional, yang sebelumnya dicanangkan di sejumlah pasar dari puluhan pasar tradisional di Kota Solo.

Dalam deklarasi tersebut, puluhan orang perwakilan pedagang pasar-pasar tradisional di Kota Solo bersama Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menandatangani kain sepanjang 7,6 meter yang dibeber di depan Pasar Nongko Solo.

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menjelaskan kepada wartawan, Selasa (21/6/2022), deklarasi yang ditandatangani di lembar kain sepanjang 7,6 meter karena para pedagang memanfaatkan momentum peringatan Hari Jadi Pemkot Solo ke-76.

“Jadi, maknanya para pedagang pasar tradisional se-Kota Solo di Hari Jadi Pemkot Solo ke-76 tahun ini bertekad melawan praktik rentenir. Bank Solo nanti yang menyalurkan pinjaman dengan mudah dan cepat, supaya pedagang tidak terjerat rentenir dan pinjaman online ilegal,” katanya.

Dalam gerakan “Pasar Bebas Rentenir” tersebut, Bank Solo yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) di bawah Pemkot Solo, menyalurkan pinjaman khusus kepada pedagang dalam program yang disebut Kredit Melati atau “Melawan Rentenir”.

Direktur Bank Solo, Agung Iriawan, mengungkapkan, program Kredit Melati yang sudah berjalan selama ini cukup diminati para pedagang pasar tradisional.

Dalam penyaluran kredit tersebut, katanya, Bank Solo mengenakan suku bunga rendah, pencairan mudah, aman, cepat dan tanpa jaminan.

“Program Kredit Melati yang sudah menjadi percontohan nasional, akan terus kita tingkatkan pelayanan dan inovasinya. Sehingga para pedagang pasar tradisional, seperti di masa pandemi Covid-19 yang lalu tidak terjerat rentenir atau pinjol ilegal,” jelasnya.

Baca Juga :  Semangat Operator IT Sangat Berdampak pada Kualitas Perguruan Tinggi

Agung menambahkan, program Kredit Melati selain bertujuan menjegah rentenir dan pinjol ilegal, juga merupakan perwujudan dari visi-misi Pemkot Solo. Melalui program tersebut, Pemkot Solo mendorong percepatan pemulihan ekonomi di kalangan pelaku UMKM yang berdagang di pasar tradisional.
Wakil wali kota Solo menyampaikan apresiasi terhadap program Kredit Melati. Dia menegaskan, para pedagang pasar agar tidak terlena dengan iming-iming para rentenir maupun pinjaman online ilegal.

“Bank Solo harus lebih meningkatkan inovasi dan pelayanan, sehingga bisa menjangkau masyarakat Solo yang lebih luas dalam penyaluran kredit,” tandasnya.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Syaiful Huda Desak Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tewasnya 2 Suporter Persib Diseret ke Ranah Hukum

Sel Jun 21 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Dua suporter diketahui tewas saat hendak menyaksikan pergelaran Piala Presiden 2022 dalam laga Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), di Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/6/2022) lalu. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menegaskan kasus kematian […]