Pekan Depan, Vaksinasi ‘Munggaran’ akan Dimulai di Kab. Garut

Editor Wakil Bupati Garut saat melakukan pemaparan pelaksanaan vaksinasi./visi.news/yayat r.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Vaksinasi tahap ‘munggaran’ atau pertama di Kabupaten Garut akan dimulai minggu depan. Pada tahap pertama ini diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, bupati, wakil bupati, dan sekda.

Untuk tenaga kesehatan jumlahnya mencapai 6..563 orang. Mereka akan mendapatkan vaksinasi bersama bupati, wakil bupati serta Sekda.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, saat melakulan pemetaan persiapan digelarnya vaksinasi, Kamis (7/1/2021).

Menurut Helmi, sesuai arahan dari Mendagri, Menteri Kesehatan, dan Kepala BNPB pada zoom meeting, pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan pejabat publik dilakukan sebanyak dua kali untuk tiap orangnya.

“Setiap orangnya mendapatkan dua dosis, sementara dosis yang kedua akan diberikan sepuluh hari setelah vaksin pertama,” katanya.

Setelah vaksinasi tahap pertama yang diberikan kepada tenaga kesehatan dan Pejabat, kata Helmi, tahap kedua diberikan kepada TNI-Polri.

“Sedangkan tahap ketiga diperuntukkan bagi kalangan pengajar. Sedangkan tahap keempat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Garut,” tambahnya.

Menurut Helmi, jumlah total vaksin yang akan diterima Kabupaten Garut mencapai 1,5 juta vaksin Covid-19.

Sementara, tambah Helmi, penggunaannya, 60 persen penduduk Garut, sedangkan vaksinasi tersebut akan dilakukan dalam waktu yang lama, yakni 23 bulan.

Helmi optimistis dalam kurun waktu yang cukup lama itu program vaksinasi di Kabupaten Garut diperkirakan mencapai 1,5 juta orang akan selesai.

Helmi melihat pihak swasta juga bisa melakukan vaksinasi secara mandiri jika pihak swasta memang ingin melakukan vaksinasi bagi para pekerjanya.

“Pemerintah telah menyiapkan secara gratis,” tandasnya. @yat

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Bersikap Adil Dalam Menindak Pelanggaran Prokes

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Penyebaran Covid -19 di Jateng Masih Tinggi, "Hybrid Learning" di UNS Ditunda

Jum Jan 8 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Dr. Jamal Wiwoho, memutuskan, menunda pembelajaran campuran atau “hybrid learning” yang semula akan dilaksanakan dalam kuliah semester genap bulan Februari-Juli 2021. Dalam surat edaran (SE) Rektor UNS Nomor: 1/UN27/SE/2021, tentang penundaan penyelenggaraan pembelajaran campuran (Hybrid Learning) semester genap tahun akademik 2020/2021, […]