Pelajaran dari Harun Yahya, Betapa Allah Maha Membolakbalikkan Hati

Editor :
Pemimpin sekte Turki 'Harun Yahya' divonis 1.075 tahun penjara/aa.com.tr/via portal islam/ist.

Silahkan bagikan

Oleh Arham Rasyid

VISI.NEWS – Beberapa hari yang lalu, miris baca berita Harun Yahya yang akhirnya divonis lebih dari 1.000 tahun penjara oleh Pengadilan Turki karena terbukti melakukan kejahatan seksual, penipuan, sekte sesat, kepemilikan narkoba, dan percobaan spionase politik serta militer.

Ambe semuami, kata orang sini.

Lagian 1.000 tahun penjara ini kayak bercandaan saja ngasih hukumannya. Entah pengadilan Turki sudah gregetan atau gimana. Yang jelas keluar dari penjara bisa-bisa si Harun ini sudah jadi fosil.

Tapi memang parah sih kelakuannya. Mbahnya begajul. Andai ada hukuman sekunci-kunci dunia, mungkin sudah dikasih juga.

Anak sekarang kayaknya gak paham siapa Harun Yahya, tapi coba tanya anak-anak Rohis atau Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang pernah aktif tarbiyah di awal-awal tahun 2000-an, pasti familiar dengan tokoh ini.

Si Harun ini nama kecilnya Adnan Oktar. Pemikir fenomenal yang buku dan kaset-kaset CD-nya beredar bak kacang goreng, mengisi kekosongan jiwa-jiwa anak muda hingga semangat dalam belajar agama.

Saya sendiri pernah mengoleksi CD-nya tentang teori-teori Penciptaan manusia. Luar biasa mencerahkan, bikin kita nangis menyadari besarnya kekuasaan Allah.

Tapi itu dulu, belasan tahun yang lalu. Karena belakangan ia mulai berubah drastis, hingga kemudian mengisi acara TV, joget-joget sambil dirubung perempuan-perempuan seksi yang dikoleksinya dan diberi istilah kitten. Ummat pun terhenyak dibuatnya. Tahun 2018 akhirnya ketangkap, dan awal tahun 2021 ini divonis.

Miris dengan keadaannya, tapi saya gak kalah miris dengan logika orang-orang pemuja teori konspirasi.

Kemarin ada beberapa tulisan yang saya baca bahwa mereka gak percaya kalo yang ketangkap ini adalah Harun Yahya. Beberapa ciri fisik pada wajahnya katanya beda, dan Harun Yahya asli kemungkinan sudah lama mati, disembunyikan ataupun dibunuh. Wow, syinetron sekaleee..

Baca Juga :  Jokowi Lantik Dewan Pengawas Beserta Direksi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan 2021-2026

Ini mengingatkan saya pada hoaks tentang Michael Jackson yang dulu sempat heboh. Disebut Michael sudah lama meninggal, yang tampil di publik adalah orang yang mirip dengannya. Begitu juga Elvis Presley, sempat diragukan kebenaran kematiannya, konon banyak saksi yang melihatnya di hari tua, menyepi di suatu tempat.

Di tingkat nasional juga berlaku hal seperti ini. Kahar Muzakkar contohnya, hingga berpuluh tahun kematiannya pun pengikutnya masih banyak yang meyakini kalo dia masih hidup dan bersembunyi. Yang ditembak mati di hutan Lasolo itu menurut mereka bukan Kahar, melainkan anak buahnya.

Nah, anehnya yang percaya teori seperti ini, bahwa Harun Yahya yang sekarang bukan Harun Yahya ori, banyak juga dari kalangan orang berpendidikan. Mungkin karena kelewat cinta pada manusia, gak masuk logikanya kalo orang seperti Harun Yahya bisa berubah, hingga mereka lupa kalo Allah Maha membolak-balikkan hati dengan teramat mudah.

Sebelum Harun Yahya, dulu juga ada tokoh ulama tersohor bernama Usamah Al-Qushi, seorang syaikh dan dai yang berdakwah menyeru kepada sunnah. Orang berilmu yang punya banyak jemaah. Namun, beberapa tahun kemudian si Syekh ini tiba-tiba menyimpang dari sunnah. Mengubah penampilannya, memangkas jenggotnya, menghalalkan riba, menghalalkan menyentuh wanita, hingga menghalalkan menggunakan hukum selain hukum Allah. Naudzubillah.. Lagi-lagi Allah maha membolak-balikkan hati sedang menunjukkan kuasa-Nya.

Baca yang beginian, kita gak perlu kecil hati. Sebab Islam sama sekali gak luntur kemuliaannya hanya dengan kelakuan orang-orang seperti Harun Yahya ataupun Usamah Al-Qushi. Banyak orang saleh yang kemudian murtad, sebaliknya gak sedikit pula pendeta yang mualaf. Ini semua dinamika, woles aja menghadapinya.

Di circle pertemanan saya juga banyak saya temui kuasa Allah soal ini.

Baca Juga :  Peran Bidang Kesehatan Ditingkatkan, Sekolah Tatap Muka Dimulai Januari 2021

Zaman kuliah dulu saya berteman dengan seorang pemuda berandalan kampus, kerjanya kalo gak mabok, ya mukul orang. Kalo main ke rumah, saya pasti dimarahin emak, karena si berandal ini gak pernah mau salat. Namun Allah kemudian melembutkan hatinya menjemput hidayah. Sekarang jadi orang saleh, getol berdakwah, menikahi adik seorang ustaz di Bulukumba.

Tetangga saya dulu di sini seorang cewek seksi. Hanya terpisah satu dinding dengan rumah saya. Ke mana-mana pake tanktop atau rok mini yang kebangetan pendeknya, kerjanya hura-hura dan keluyuran mulu pulang malam sampe subuh. Sembarang laki-laki jadi tamunya. Istri saya baru bisa merasa lega setelah cewek ini pindah entah ke mana, saya pun ikut lega secara saya jadi korban perasaan disuudzoni mulu disangka suka melirik-lirik.

Qadarullah bertahun kemudian kami menemuinya di tempat ngaji. Gak kenal, hingga ia menegur duluan. Gimana mau kenal kalo orangnya sudah bercadar dan jubah hitam nyaris tertutup semua, menikah dengan pria jenggotan bercelana cingkrang.

Di Jakarta saya juga punya teman dengan kisah hijrah yang masya Allah. Orangnya normal-normal saja sebagaimana orang saleh pada umumnya. Tapi suatu malam saat nginap di rumahnya, saya benar-benar speachless mendengar curhat masa lalunya. Berkali-kali kabur dari pesantren, putus sekolah karena terjerumus narkoba, bolak-balik direhabilitasi, hingga keluarga yang habis-habisan dan akhirnya pasrah dengan keadaannya yang gak bisa diperbaiki lagi.

“Saya sampe pada tahap di mana ibu saya nangis-nangis mencari keberadaan bandar dan mendatanginya untuk beliin saya barang haram itu, bang. Karena gak tega lihat anaknya sakaw parah” ujarnya bercerita terbata-bata.

Qadarullah Allah masih menyayanginya. Lepas dari narkoba, aktif di komunitas hijrah, dan sekarang bareng istrinya mendirikan rumah tahfiz untuk orang-orang tunanetra.

Baca Juga :  Dr. Elpi, "Posyandu Penting, Tapi Ingat Protokol Kesehatan"

Gak ada yang gak bisa berubah kalo Allah menghendaki. Ingat gimana Umar bin Khattab menghunus pedangnya di hadapan Rasulullah? Toh di akhir hayat ia justru dimakamkan berdampingan dengan manusia yang dulu nyaris dibunuhnya, manusia paling mulia yang pernah ada di dunia.

Inilah pentingnya mendoakan kebaikan pada seseorang sebagaimanapun besar dosanya karena kita gak pernah tau bagaimana akhir hidupnya.

Doa agar diberi hidayah, sebenarnya redaksinya belum cukup tanpa didoakan istikamah atau ketetapan dalam hidayah tersebut, sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering berdoa, dalam hadis yang diriwayatkan Tirmidzi.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat pembolak-balik hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu.”

Istri Rasulullah Ummu Salamah berkata; wahai Rasulullah, betapa sering anda berdoa: “YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA” (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamaMu).

Beliau saw. berkata: “Wahai Ummu Salamah, sesungguhnya tidak ada seorang manusia pun melainkan hatinya berada di antara dua jari di antara jari-jari Allah, barangsiapa yang Allah kehendaki maka Dia akan meluruskannya dan barangsiapa yang Allah kehendaki maka Dia akan membelokkannya.”
(HRTirmidzi: 3444). @fen/sumber: portal islam

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jadwal Thailand Open II: 6 Wakil Indonesia Turun di Hari Pertama

Sel Jan 19 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Usai bertarung pada turnamen Yonex Thailand Open, para pebulu tangkis elite dunia akan lanjut berlaga pada ajang Toyota Thailand Open yang dihelat 19-24 Januari di Impact Arena, Bangkok. Seperti dilansir Antara, ada enam wakil Indonesia yang dijadwalkan tampil pada hari pertama penyelenggaraan ajang BWF World Tour Super […]