Pelaksanaan dan Hasil Musdalub Ormas DPD MKGR Jabar Disoal, Iyep : Terkesan Ugal – Ugalan

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Pelaksanaan dan hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Organisasi Masyarakat (Ormas) DPD Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Jawa Barat (Jabar) disoal DPC Ormas MKGR Kota Bandung.

Menurut Ketua DPC Ormas MKGR Kota Bandung, proses Musdalub DPD Ormas MKGR Jabar tersebut, syarat dengan adanya pelanggaran mekanisme yang diduga tidak dilakukan secara utuh sesuai peraturan organisasi.

“Musdalub Ormas MKGR Jabar kami duga tidak dijalankan sesuai aturan, dan musdalub tersebut dinilai terburu-terburu alias dibuat dadakan,” kata Ketua DPC Ormas MKGR Kota Bandung, Iyep Yusuf Muharam.

Kepada VISI.NEWS Senin (3/10/22), Iyep menjelaskan, seseuai dengan AD/ART dan Peraturan Orgabisasi (PO) bahwa proses Musdalub, tentunya harus melewati berbagai perispan, terutana kaiatan dengan kepesertaan.

“Ada beberapa hal yang menurut saya tidak terbuka dari awal, seperti kepanitian kepesertaan yang diduga asal-asalan, tidak sesuai dengan mekanisme yang benar,” jelasnya.

Disinggung dengan penetapan kepanitian dan kepesertaan sebagai syarat musdalub, kapan kemudian DPP Ormas MKGR menggelar rapat pleno dan pleno tersebut melibatkan siapa saja, secara administrasi ada atau tidak,

“Sesuai pasal 35 kepanitian musdalub di pegang oleh DPP, kapan DPP plenonya? siapa aja yang hadir, musdalub ini seperti dipaksakan, tiba-tiba saja sudah terdapat ketua terpilih secara aklamasi, ini aneh,” imbuhnya, Senin (3/10/22).

Sebelumnya, terdapat sejumlah nama yang diketahui bersedia untuk ikut mencalonkan sebagai kandidat calon Ketua Ormas DPD MKGR Jabar, namun sangat disayangkan harus terhenti akibat penyelenggaraan musdalub yang dinilai dadakan.

“Ada nama Eko Purwanto dan Haji Helmi Bustomi yang siap untuk menjadi kandidat calon Ketua DPD Ormas MKGR Jabar, ini sebagai bukti bahwa MKGR itu besar dan demokratis, namun sayang akibat kepentingan sepihak, seketika hak politik kader dikebiri,” ungkap Iyep.

Baca Juga :  Omdia: Volume penjualan layar "transformable" akan meningkat menjadi 117,7 juta unit pada 2029

Terakhir, ia meminta agar DPP Ormas MKGR dapat mengklarifikasi atas pelaksanaan musdalub yang diduga terlaksana meski menabrak aturan organisasi, jalannya suatu organisasi tidak terlepas dari pemimpin yang berintegritas.

“Syarat kepemimpinan adanya keterbukaan transparansi dan komitmen, kalau informasi keorganisasian tertutup dan tidak berbuka, gimana kedepannya pimpin organisasi modern sebesar MKGR ini,” pungkasnya.@eko

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Angka Penyakit Tidak Menular Masih Tinggi, Dudy : Kita Perlu Membiasakan Jaga Pola Hidup Sehat Termasuk Senam

Sen Okt 3 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS |BANDUNG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) Dudy Pamuji mencermati masih tingginya angka penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, sampai osteoporosis. Menurut politisi Golkar ini, guna menekan angkat penyakit tidak menular ini, pemerintah bersama masyarakat harus memberikan perhatian lebih terhadap upaya preventif […]