Pelaku Curas dan Pencabulan Diringkus Polisi

RH (32) warga Desa Jayawaras saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tarogongkidul, Garut./visi.news/zaahwan aries.
Jangan Lupa Bagikan

– “Saat itu kondisi pelaku sedang mabuk akibat pengaruh minuman keras. Melihat ada anak perempuan yang tertidur lelap, nafsu bejatnya muncul.”

VISI.NEWS – RH (32), warga Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini hanya bisa menyesali nasibnya. Ia harus rela mendekam di balik jeruji besi akibat perbuatan melawan hukum yang telah dilakukannya.

Panit Reskrim Polsek Tarogongkidul, Ipda Wahyono Aji, menyebutkan RH ditangkap karena diduga telah melakukan aksi pencurian dengan kekerasan serta pencabulan terhadap anak di bawah umur pada April 2019 lalu.

Setelah sempat menjadi buron, RH akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya pada Jumat (26/6) yang baru lalu.

“Selama ini RH masuk dalam DPO (daftar pencarian orang). Pada Jumat kemarin, kami mendapat laporan dari warga bahwa RH yang selama ini menjadi buron sedang ada di rumahnya di kawasan Desa Jayawaras,” ujar Aji di Mapolsek Tarogongkidul, Minggu (28/6).

Saat petugas tiba di sekitar rumah pelaku, tutur Aji, kemudian dilakukan pengintaian dan diketahui saat itu pelaku sedang ada di kamarnya. Petugas pun langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap pelaku di hadapan orang tuanya.

Diungkapkannya, saat ditangkap, pelaku sedang main handphone di dalam kamarnya. Pelaku ditangkap tanpa melakukan perlawanan dan langsung digelandang ke Mapolsek Tarogongkidul.

“Saat ditangkap dan ketika akan dibawa ke Mapolsek, RH sempat menangis tersedu sambil bersujud di kaki ibunya. Kita langsung bawa pelaku ke Mapolsek guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Menurut Aji, aksi kejahatan yang dilakukan RH terjadi pada 30 April 2019 malam. Dia telah melakukan aksi pencurian dengan kekerasan dan juga pencabulan di rumah tetangganya.

Adapun korban pencabulannya yakni seorang anak yatim piatu yang masih di bawah umur. Sedangkan korban kekerasannya adalah seorang nenek berusia 64 tahun yang juga merupakan pemilik rumah yang dijadikan sasaran pencurian.

Aji menyampaikan, RH berhasil masuk ke dalam rumah korban setelah membongkar pintu rumah dengan menggunakan sebilah golok. Setelah berada di dalam rumah, pelaku kemudian mengambil uang sebesat Rp 370 ribu dari dalam laci warung milik korban.

Disebutkan Aji, setelah berhasil menggasak uang dari warung korban, pelaku kemudian masuk ke dalam kamar untuk mengambil handphone. Di dalam kamar ia melihat ada seorang anak perempuan yang sedang tertidur lelap.

“Saat itu kondisi pelaku sedang mabuk akibat pengaruh minuman keras. Melihat ada anak perempuan yang tertidur lelap, nafsu bejatnya muncul sehingga ia pun kemudian melakukan perbuatan tak senonoh padahal korbannya masih di bawah umur,” ucap Aji.

Namun, tambahnya, saat pelaku mencium korban, korban pun terbangun. Pelaku saat itu langsung menodongkan golok ke leher korban sehingga korban tak bisa berbuat apa-apa karena ketakutan.

Aji menyebutkan, melihat korbannya tak berdaya, pelaku pun kian berani. Ia mulai melucuti pakaian korban dan melakukan perbuatan tak senonoh.

Saat itulah, golok yang digunakan pelaku terlepas dari leher korban sehingga korban langsung berteriak minta tolong. Teriakan korban membuat sang nenek terbangun dan dengan membawa ulekan, sang nenek langsung berlari ke kamar cucunya.

“Sang nenek kaget begitu melihat ada seseorang yang tengah berusaha memperkosa cucunya. Si nenek pun kemudian melempar wajah pelaku dengan ulekan yang dibawanya,” kata Aji.

Menyadari bahaya yang dihadapinya, Aji menerangkan, pelaku memutuskan untuk kabur. Namun sebelumnya pelaku sempat memukul bagian mulut si nenek hingga mengalami lebam.

Masih menurut Aji, pelaku yang takut karena korban mengenali dirinya pasti akan melaporkan ke polisi kemudian kabur ke wilayah Garut selatan. Bahkan pelaku juga sempat kabur ke luar kota untuk menghindari kejaran polisi.

Lebih jauh Aji mengungkapkan, atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman diatas 12 tahun pernjara.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Terkait Kasus Pembangunan Buper, Tempuh Kasasi, JPU Kejari Garut Tunggu Putusan MA

Ming Jun 28 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Merasa putusan banding yang dikeluarkan pihak Pengadilan Tinggi (PT) Bandung atas kasus pembangunan bumi perkemahan (buper) tak sesuai, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Garut pada akhirnya menempuh upaya hukum kasasi. Hingga saat ini, JPU masih menunggu hasil putusan MA. “Saat ini kami masih menunggu putusan […]