Pelaku Rapid Test Cabul Bandara Soetta Ditahan 20 Hari

Polisi telah menahan tersangka pencabulan dan pemerasan rapid test Bandara Soetta, EFY untuk 20 hari pertama. Ilustrasi./ istockphoto/chinaface.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Polresta Bandara Soekarno-Hatta menahan tersangka EFY, seorang tenaga kesehatan yang diduga melakukan tindakan asusila dan pemerasan saat rapid test Covid-19 di Bandara Soetta.

Penahanan dilakukan setelah pihak kepolisian meringkus tersangka EFY di Balige, Toba Samosir, Sumatra Utara pada Jumat (25/9) lalu.

“Sudah ditahan sejak kemarin, Sabtu 26 September 2020,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Komisaris Alexander Yurikho saat dikonfirmasi, Minggu (27/9), seperti dilansir CNN Indonesia.

Alex menyebut EFY ditahan untuk 20 hari pertama. Selama masa penahanan, kata Alex, pihaknya tinggal melengkapi berkas perkara yang bersangkutan.

“Sudah cukup (pemeriksaan saksi dan korban). Alhamdulillah sudah masuk pemberkasan,” ujar Alex.

Kasus dugaan pelecehan dan pemerasan ini berawal dari kesaksian salah seorang perempuan yang diduga sebagai korban berinisial LHI melalui akun twitternya, @listongs.

Dalam unggahannya itu, LHI mengaku diminta membayar Rp 1,4 juta untuk mengubah hasil rapid test dari reaktif menjadi non-reaktif. Ia juga mengaku dirinya mengalami pelecehan selama pemeriksaan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan EFY sudah dibebastugaskan PT Kimia Farma. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga telah memastikan bahwa EFY tak terdaftar sebagai anggota.

EFY dijerat Pasal 289 KUHP tentang pencabulan dan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau Pasal 268 KUHP tentang pemerasan. @fen

Fendy Sy Citrawarga

One thought on “Pelaku Rapid Test Cabul Bandara Soetta Ditahan 20 Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Update Corona 27 September: 275.213 Positif, 10.386 Meninggal

Ming Sep 27 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia pada Minggu (27/9) mencapai 275.213 orang. Angka tersebut bertambah sebanyak 3.874 kasus dari hari sebelumnya. Dari jumlah itu, sebanyak 203.014 orang dinyatakan sembuh dan 10.386 orang meninggal dunia. Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan per pukul 12.00. Berdasarkan data Kemenkes, […]