Pembangunan Hotel Terkatung-katung Sejak Wali Kota Jokowi, Ini Penyebabnya

Editor Rudy Indijarto didampingi kuasa hukumnya, Awod, menjelaskan penyebab proyek pembangunan hotel dan apartemen yang dia rencanakan terkatung-katung/visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Pembangunan hotel dan apartemen di Jl. Slamet Riyadi jantung Kota Solo, kawasan Kelurahan Sriwedari, yang direncanakan sejak Presiden Jokowi masih menjadi wali kota Solo, sampai kini terkatung-katung.
Proses pembangunannya sejak awal terganjal masalah non-teknis, karena terjadi sengketa antara PT Kusuma Mulia yang dianggap mengemplang pajak dengan

Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Sengketa tersebut dibawa ke pengadilan pajak dan dimenangkan DJP. Sehingga, seluruh aset PT Kusuma Mulia, termasuk lahan bersertifikat hak milik No. 346 atas nama suami-isteri Rudy Indijarto Sugiharto – Niniek Kusumaningrum ikut disita dan dilelang.

Rudy Indijarto, didampingi kuasa hukumnya, Awod, Rabu (16/3/2022) siang, menjelaskan kepada wartawan, dia melakukan upaya hukum melalui peninjauan kembali perkara ke Mahkamah Agung (MA) untuk mengembalikan lahan gono-gini miliknya yang tidak termasuk aset PT Kusuma Mulia tapi termasuk dilelang. Di lahan seluas 2.798 meter persegi itu, Rudy Indijarto dengan bendera perusahaan pengembang PT Kusuma Mulia Realty akan membangun hotel dan apartemen 28 lantai.

“Masalahnya, setelah dilelang pihak BPN menerbitkan salinan sertifikat dengan nomor sama atas Oei Handoko. Padahal, sertifikat asli masih di tangan saya dan tidak keluar rumah, karena saya tidak pernah memindahtangankan, tidak menjadikan agunan dan tidak menjadi jaminan bank. Sedangkan putusan MA membatalkan lelang. Seharusnya sertifikat salinan dicabut, sehingga pembangunan bisa dimulai,” ujar Rudy.

Menyinggung alasan MA membatalkan lelang yang diputuskan pengadilan pajak, Awod, mengungkapkan, karena dalam putusan pengadilan ada error in objecto. Prosedurnya dinyatakan benar tetapi obyeknya salah, yaitu lahan HM No. 346 merupakan milik pribadi dan bukan aset PT Kusuma Mulia.

Rudy maupun kuasa hukumnya, Awod, menyatakan, sebenarnya masalah status lahan calon lokasi hotel dan apartemen berdasarkan putusan kasasi MA sudah selesai. Pihaknya berharap, BPN Kota Solo melaksanakan putusan MA yang membatalkan lelang dengan mencabut salinan sertifikat yang diterbitkan setelah lelang.

Baca Juga :  Penataan Kuliner Sultan Agung di Kota Bandung Diharapkan Dongkrak Perekonomian

“Kami juga sudah mendapatkan persetujuan Kanwil BPN Jawa Tengah yang berhak membatalkan sertifikat berdasarkan putusan kasasi MA. Sekarang kami tinggal menunggu realisasi pencabutan salinan sertifikat, sehingga proses pembangunan tidak terkatung-katung,” tandasnya.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

REKAP HASIL LIGA 1 | Semangat Membara, Persipura Tekuk Bhayangkara, PSIS Semarang Tendang PSS Sleman

Kam Mar 17 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BALI – Dengan semangat membara, Persipura Jayapura berhasil menekuk tim papan atas Liga 1 2021/2022, Bhayangkara FC. Sementara PSIS Semarang tendang PSS Sleman. Itulah salah satu momen dramatis pada lanjutan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 pekan ke-31, Rabu 16 Maret 2022 kemarin. Inilah rekap hasil pertandingan 2 […]