Search
Close this search box.

Pembina Pusaka Kujang Kencana H. Ali Nurdin, Tegaskan Peran Strategis Silat dalam Pembentukan Karakter Bangsa

Bagikan :

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Paguron Pusaka Kencana kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pelestarian budaya pencak silat melalui penyelenggaraan Pasanggiri Pencak Silat Pusaka Kujang Kencana Open-II 2026 di Dome Balerame Soreang pada Sabtu (24/01/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan budaya, karakter, dan regenerasi pesilat lintas generasi.

WhatsApp Image 2026 01 25 at 19.29.01

Pembina Pusaka Kujang Kencana, H. Ali Nurdin, menyampaikan bahwa pencak silat memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar olahraga bela diri. Menurutnya, pencak silat merupakan sistem nilai yang membentuk kepribadian, akhlak, dan jati diri bangsa.

“Pencak silat adalah warisan peradaban, bukan sekadar seni bela diri. Di dalamnya ada nilai moral, adab, spiritualitas, dan filosofi kehidupan yang membentuk karakter manusia Indonesia,” ujar H. Ali Nurdin dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa Paguron Pusaka Kencana memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesinambungan tradisi tersebut agar tidak tergerus zaman.

“Kami di Pusaka Kujang Kencana tidak hanya membina fisik pesilat, tetapi juga membina mental, akhlak, dan budayanya. Silat harus menjadi jalan pembentukan manusia yang berkarakter, beradab, dan beridentitas budaya,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Ali Nurdin menyampaikan bahwa penyelenggaraan Open-II 2026 merupakan bagian dari visi besar paguron dalam membangun ekosistem pelestarian budaya pencak silat secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menjaga kesinambungan budaya. Regenerasi pesilat bukan hanya soal teknik, tetapi soal pewarisan nilai, etika, dan filosofi kehidupan yang hidup dalam tradisi silat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga eksistensi pencak silat di tengah modernisasi.

“Generasi muda harus menjadi pelanjut estafet budaya. Silat harus hadir sebagai kebanggaan identitas, bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler. Inilah yang sedang kami bangun melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga :  Prabowo Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Kepintaran

Pasanggiri Pencak Silat Pusaka Kujang Kencana Open-II 2026 mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari tunggal, ganda, hingga rampak, untuk kelompok anak-anak, remaja, dan dewasa. Kegiatan ini melibatkan berbagai paguron, komunitas silat, serta unsur masyarakat sebagai bagian dari penguatan ekosistem budaya pencak silat.

Melalui kegiatan ini, Paguron Pusaka Kencana berharap pencak silat terus hidup sebagai identitas budaya bangsa, tumbuh sebagai sistem pembinaan karakter, dan berkembang sebagai warisan peradaban yang diwariskan lintas generasi secara berkelanjutan. @mpa

Baca Berita Menarik Lainnya :