Pemda Hadapi Masalah Serius Dampak Disrupsi dan Pandemi. Ini Saran Rektor UNS

Editor Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, di sela pelepasan mahasiswa peserta KKN periode Januari-Februari 2022, di Auditorium GPH Haryo Mataram, Kampus Kentingan. /visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Dr. Jamal Wiwoho, mengingatkan, saat ini ancaman krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi Covid – 19 masih membayangi kehidupan masyarakat.
Kini ada beberapa masalah serius yang sedang dihadapi pemerintah daerah (Pemda), yang membutuhkan solusi tepat untuk mengatasi dampak disrupsi, baik yang disebabkan pandemi Covid -19 maupun kecanggihan teknologi informasi.

“Kita tahu, sentra-sentra bisnis yang dikelola para pelaku UMKM di daerah, yang sebelumnya menjadi andalan penyumbang terbesar dana APBD, saat ini masih terdampak kelesuan usaha akibat pandemi. Disrupsi era digital yang melanda semua sektor produktif tidak bisa dihindari lagi,” ujar Prof. Jamal kepada VISI.NEWS, di sela pelepasan mahasiswa peserta KKN tematik periode Januari-Februari 2022, di Auditorium GPH Haryo Mataram, kampus Kentingan, Selasa (18/1/2022).

Dalam pelepasan mahasiswa peserta KKN secara luring dan dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, A Halim Iskandar, secara daring, rektor UNS minta, para peserta KKN yang terjun ke desa – desa mengedukasi UMKM untuk meningkatkan kemampuan menghadapi kecanggihan teknologi digital, untuk memastikan seluruh sendi dan aspek sosial ekonomi daerah tetap mengalami pertumbuhan dengan baik.

Selain itu, program pemberdayaan masyarakat desa, antara lain pemberdayaan UKM, industri rumah tangga, BUMDes, kelompok tani melalui pendidikan dan pelatihan, pendampingan usaha, pemasaran produk, pengenalan teknologi tepat guna untuk meningkatkan perekonomian desa dan pendapatan masyarakat juga harus dijalankan.

Prof. Jamal yakin, kehadiran mahasiswa melalui program KKN tematik dapat memotivasi, mengedukasi, sekaligus mendorong tumbuhnya potensi masyarakat di 29 kota dan kabupaten daerah tujuan KKN dapat memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi yang digunakan mahasiswa dan dosen pendamping KKN.

Baca Juga :  20 PO AKAP Terminal Kampung Rambutan Tutup Sementara

Dalam pelaksanaan KKN UNS periode Januari-Februari 2022, sebanyak 1.492 mahasiswa dan 150 dosen pembimbing lapangan (DPL) dari 10 fakultas, ditempatkan di 15 kabupaten dan kota. Di antara peserta sebanyak 14 mahasiswa berada di luar Jawa dan 6 orang di Timor Leste.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tips Sukses Magang dan Anti “Zonk” untuk Mahasiswa Kampus Merdeka

Sel Jan 18 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SURABAYA – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan hak belajar 3 (tiga) semester di luar Program Studi kepada Mahasiswa, termasuk kesempatan untuk magang. Namun, Wahyudi Agustiono PhD selaku Dosen Universitas Trunojoyo mengungkapkan bahwa memilih tempat magang jadi tantangan tersendiri. Terkadang ada mahasiswa yang magang di tempat tidak […]