Pemdes dan Masyarakat Desa Hadapi Kendala Administratif, Politis, dan Manajerial

Editor Aktivitas perangkat desa dan masyarakat Desa Kuwiran, Banyudono, dalam pelatihan penyusunan perencanaan desa yang komunikatif dan akuntabel./visi.news/istimewa.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Perangkat desa beserta masyarakat pedesaan pada umumnya, masih dihadapkan pada kendala administratif, politis, maupun keterampilan manajerial dalam melakukan inovasi perencanaan pembangunan desa.

Padahal, penyusunan sebuah rencana yang baik memerlukan keterampilan mengolah dan mengorganisasi data maupun informasi yang memadai sehingga rencana yang disusun dapat memecahkan masalah berdasarkan potensi yang dimiliki masyarakat.

Dr. Didik G. Suharto, pimpinan Grup Riset “Local Government” Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang tengah melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kuwiran, Banyudono, Kabupaten Boyolali, mengungkapkan masalah itu kepada VISI.NEWS, Kamis (22/10/2020).

Dia menjelaskan, kegiatan secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini dalam bentuk pelatihan penyusunan perencanaan desa yang komunikatif dan akuntabel.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan perangkat dan masyarakat desa ketika menghadapi masalah yang diintervensi. Dengan begitu, mereka mampu menghasilkan rencana kerja pemerintah desa (RKPDesa) yang akuntabel dan partisipatif, sesuai kebutuhan di era pandemi Covid-19,” katanya.

Grup riset yang beranggota Dr. Rutiana Dwi Wahyuningsih dan Drs. Wahyu Nurhardjadmo, M.Si, itu berpendapat, permasalahan di pemerintahan desa (pemdes) dan masyarakat desa perlu diatasi sehingga mereka memutuskan membantu pemdes dan masyarakat desa menyelesaikan masalahnya.

Peserta kegiatan tersebut adalah perwakilan perangkat desa, BPD, para pengurus RT dan RW, serta para tokoh masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, grup riset FISIP UNS mencoba membantu masyarakat desa mengeksplorasi kebutuhan desa di bidang penganggaran, terutama dalam pencegahan Covid-19 di desa.

“Desa didorong agar sensitif terhadap kebutuhan penanganan dan pencegahaan pandemi Covid-19 yang berbasis partisipasi masyarakat. Rencana kami ke depan, tim akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk pengembangan ke desa lain. Karena pada prinsipnya pola perencanaan di semua desa sama,” tutur Dr. Didik lagi.

Baca Juga :  SIARAN LANGSUNG LIGA 1 HARI INI | Maung Bandung Tantang Laskar Sape Kerrab, Laskar Padjadjaran Hadapi Macan Kemayoran

Dosen FISIP UNS itu, menjelaskan, proses perencanaan desa yang baik harus berdasarkan keyakinan untuk mendukung keberhasilan pembangunan desa. Proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pembangunan desa, merupakan salah satu wujud dari otonomi desa.

“Perencanaan anggaran merupakan proses yang sangat vital bagi organisasi sektor publik, termasuk di pemerintah desa. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, eksistensi anggaran pemdes menjadi sangat strategis,” tandasnya.

Dia menambahkan, pemdes melalui kebijakan anggarannya diharapkan mampu berperan serta dalam mengintervensi penanganan Covid-19 di desa masing-masing. Hal itu sejalan dengan penjelasan Presiden Jokowi. Penanganan pandemi Covid-19 yang memanfaatkan dana desa, bisa dilakukan dengan dua cara, yakni penyaluran bantuan sosial bagi warga yang terdampak dan pelaksanaan program padat karya tunai desa (PKTD).

Kepala Desa (Kades) Kuwiran, Heri Sarwo Edie, menilai, kegiatan pelatihan sangat bermanfaat bagi desa. Terlebih saat ini pemdes sedang bersiap melaksanakan penyusunan perencanaan anggaran tahun 2021. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Bikin Provokasi Melawan Aparat Keamanan, 7 Admin Medsos Diamankan Polisi

Kam Okt 22 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri meringkus tujuh pelaku yang diduga melakukan penghasutan demo ricuh menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (8/10) dan Selasa (13/10/2020) di Jakarta. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipdum) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Ferdy Sambo mengatakan, tujuh orang […]