VISI.NEWS – Pemerintah akan menyampaikan keputusan terkait pelaksanaan ibadah haji 1442 H / 2021 M. Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menyebut keputusan jadi tidaknya haji akan disampaikan dalam waktu dekat.
“Kalau soal keputusan apakah Indonesia akan memberangkatkan haji atau tidak, kita tunggu. Satu, dua hari ini akan ada keputusan,” kata Yaqut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021), dilansir republika.co.id.
Dirinya mengaku akan melaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kondisi kekinian seperti ekspektasi jemaah, pemerintah Arab Saudi, dan harapan DPR. Selain itu, politikus PKB itu juga menjawab kabar 11 negara yang diperbolehkan masuk ke Arab Saudi. Ia menjelaskan aturan tersebut bukan terkait penyelenggaraan haji.
“Dari 20 negara yang di banned itu, 11 yang boleh, 9 belum termasuk Indonesia itu kan untuk penerbangannya, bukan untuk ibadah haji itu harus dicatat,” ucapnya.
Ia memastikan bahwa sampai saat ini belum ada satu pun negara yang sudah menerima kuota haji dari pemerintah Arab Saudi. Menurutnya kuota haji tergantung pada pemerintah Arab Saudi.
Komisi VIII Siap Dukung
Sementara itu, Komisi VIII DPR RI menyatakan akan mendukung apa pun kebijakan pemerintah perihal penyelenggaraan pelayanan ibadah haji tahun 2021.
“Maka kami, akan mendukung, akan mem-backup, dan sama-sama bertanggung jawab apa pun keputusan pemerintah Indonesia terhadap kebijakan haji tahun ini,” kata Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto dalam rapat dengar pendapat bersama Kementerian Agama di Jakarta, Senin (31/5/2021), seperti dilansir republika.co.id
Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum menyampaikan ketetapan mengenai penyelenggaraan pelayanan bagi jemaah haji dari luar negeri, khususnya Indonesia. Komisi VIII DPR memberikan kesempatan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodomengenai kebijakan pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan ibadah haji tahun 2021.
Yandri berpendapat, pemerintah Indonesia tidak dalam posisi bersalah kalau tahun ini terpaksa harus membatalkan rencana pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci.
“Sepertinya jemaah haji belum tentu berangkat di tahun ini. Saya kira bila ini terjadi (pembatalan pemberangkatan) ini kesalahannya bukan di Indonesia jika Saudi menutup akses bagi jemaah haji di luar 11 negara,” katanya. @fen












