Pemerintah Daerah Harus Responsif Hindari Kesenjangan Sosial di Perbatasan Kota/Kabupaten

Balon Bupati Bandung DR. H Deding Ishak (ketiga dari kanan) bersama Tim KDI sedang bersilaturahmi kepada Kepala Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (24/6)./visi.news/budimantara.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Bakal calon (Balon) Bupati Kabupaten Bandung dari Partai Golkar DR.H. Deding Ishak berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung yang menjadi pusat pemerintahan daerah untuk mengoptimalkan pembinaan dan memberikan arahan kepada jajaran pemerintahan desa dan kecamatan yang ada di perbatasan Kota dan Kabupaten Bandung, termasuk pembinaan kepada masyarakat.

“Supaya tidak terjadi kesenjangan di antara masyarakat yang hidup di kawasan perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Bahkan ada sebutan dari warga setempat, bagi warga yang tinggal di pinggiran kota yaitu diskotik (di sisi kota saeutik). Di sisi lain, pelayanan di kota cukup hebat, sementara warga yang ada di perbatasan kota dan masuk domisili Kabupaten Bandung pelayanannya belum ada perubahan ke arah yang lebih baik,” tutur Kang Deding, panggilan akrab H. Deding Ishak kepada wartawan di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (24/6).

Deding Ishak hadir di GOR Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung dalam pembagian santunan bagi 142 orang anak yatim piatu.


H. Deding Ishak bersama Kepala Desa Ciburial Asep Rahmat difoto bersama setelah digelar sosialisasi tentang Pilkada Kabupaten Bandung, Rabu (24/6)./visi.news/budimantara.

Deding Ishak yang sudah biasa disapa KDI (Kang Deding Ishak) berharap kawasan perbatasan antara kabupaten dan kota itu, khususnya desa dan kecamatan yang masuk Kabupaten Bandung itu harus menjadi perhatian. Pasalnya, kata bakal calon Bupati Bandung ini, kawasan perbatasan itu sebagai etalase atau bagian dari wajah sebuah daerah.

“Mengingat kemajuan atau perkembangan sebuah daerah bisa dilihat dari kondisi perwajahan di perbatasan antara kota dan kabupaten. Seperti halnya di perbatasan daerah lainnya, mendapat perhatian dan lebih bagus dari daerah yang ada di wilayah lainnya,” katanya.

Untuk itu, Kang Deding berharap ada pemerataan dalam pelayanan kepada masyarakat, selain adanya optimalisasi anggaran APBD dan APBN yang digulirkan ke setiap desa dan kecamatan. Bahkan saat kunjungannya ke Desa Ciburial dan bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat, Kang Deding berusaha mendorong pembentukan Kabupaten Bandung Timur terpisah dari induknya Kabupaten Bandung.

Pembentukan Kabupaten Bandung Timur sudah diwacanakan sejak lama, bahkan sudah menjadi pembahasan di Pemkab Bandung maupun Provinsi Jabar.

“Menindaklanjuti pembicaraan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Jabar itu harus sudah ada pemekaran kabupaten/kota hingga 45 daerah. Saat ini baru 27 kabupaten dan kota di Jabar. Makanya saya akan mendorong untuk pembentukan Kabupaten Bandung Timur, jika terpilih menjadi Bupati Bandung. Saya siap mekarkan Kabupaten Bandung induk jadi dua kabupaten, induk dan Kabupaten Bandung Timur. Walaupun sampai saat ini, dari Partai Golkar belum ada calon Bupati Bandung. Sampai saat ini baru bakal calon Bupati Bandung yang masih digodok di tingkat pengurus DPP Partai Golkar,” tuturnya.

Lebih lanjut Kang Deding mengungkapkan, dengan adanya pemekaran kabupaten baru, supaya pelayanan pemerintah kepada masyarakat lebih optimal. Begitu juga dengan adanya pemekaran wilayah itu, katanya, penyerapan anggaran dari APBN ke daerah akan lebih banyak untuk kepentingan masyarakat.

“Bahkan ada pihak yang menyatakan serapan anggaran dari APBN ke daerah, khususnya Jabar masih sangat kurang. Dibandingkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah lebih optimal,” katanya.

Ia mengatakan dengan adanya pembentukan Kabupaten Bandung Timur itu, pihak pemerintah kabupaten memberikan keleluasaan dan kewenangan yang penuh kepada pemerintah desa dan kecamatan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Soalnya, masyarakat ingin ada perubahan ke arah yang lebih baik. Kenapa tidak kalau kita turut terus mendorong pembentukan Kabupaten Bandung Timur. Tapi bentuk dorongan ini bukan karena kepentingan elite politik atau dalam pencalonan,” katanya.

Terkait jelang pelaksanaan Pilkada Bandung yang diagendakan 9 Desember 2020 mendatang, Kang Deding terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat disetiap desa di Kabupaten Bandung. Selain itu, ia juga menjalin silaturahmi dengan pengurus Partai Golkar di tingkat desa dan kecamatan.

“Kita juga kulanuhun kepada pemerintahan desa, sebagai ‘bupati’ di desa. Pemerintahan desa merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga kita dalam menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada Bandung mendatang harus secara masif kepada pemerintah desa maupun masyarakat luas,” tuturnya.

Tetapi pelaksanaan sosialisasi yang dilaksanakan Kang Deding itu, katanya, bukan untuk menggiring masyarakat mendukung salah satu bakal calon Bupati Bandung. Apalagi mengekspos bahwa komunitas masyarakat ini mendukung salah satu bakal calon.

“Kita hanya silaturahmi dan sosialisasi,” ucapnya.

Salah seorang kepala desa mengungkapkan, menghadapi Pilkada Bandung itu, sudah biasa dari setiap partai politik yang akan maju pada Pilkada Bandung melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan Desa Ciburial terbuka bagi balon bupati siapa saja yang mau sosialisasi.

“Tetapi untuk menentukan pilihan nanti, dikembalikan kepada masyarakat,” katanya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

24 Artefak Sejarah Ditemukan di Dekat Pemakaman Al-Moalla di Mekah

Jum Jun 26 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Walikota Mekah, Arab Saudi, mengungkapkan bahwa mereka telah menyerahkan 24 artefak kepada Kementerian Pariwisata. Potongan-potongan peninggalan sejarah terungkap selama penggalian proyek smart parking dekat Pemakaman Al-Moalla di kota suci itu. Upacara penyerahan diadakan di hadapan Walikota Makkah Eng. Moham med Al-Qwaihes dan Sekretaris Jenderal Dewan Pengembangan […]