Pemerintah dan DPR Diminta Segera Duduk Bersama untuk Cabut RUU HIP

Editor :
Aboe Bakar Alhabsyi./eramuslim.com/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dinilai sebaiknya tidak hanya ditunda pembahasannya, tetapi dibatalkan dan dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi, saat menanggapi massifnya penolakan masyarakat terhadap pembahasan RUU HIP tersebut di DPR.

Pria yang akrab disapa Habib itu mengungkapkan bahwa Pemerintah dan DPR RI harus segera duduk bersama untuk menyepakati pembatalan RUU HIP tersebut.

“Saya kira ini sangat mendesak karena publik sensitif dengan isu tersebut,” ungkapnya dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (8/7), seperti dilansir eramuslim.com.

Meskipun sebelumnya Pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD sudah menyampaikan akan melakukan penundaan pembahasan RUU HIP. Namun, menurut Habib, sepertinya sikap dan pernyataan itu saja tidak cukup.

“Terbukti aksi demonstrasi oleh masyarakat masih digelar di mana-mana. Mereka melakukan penolakan terhadap RUU tersebut,” ujarnya.

Habib mengatakan, yang disuarakan masyarakat adalah penolakan RUU HIP. Jadi, Habib menegaskan bahwa yang mereka minta bukan sekadar penundaan pembahasan.

“Tentu ini harus didengarkan dengan baik, apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” kata Anggota Komisi III DPR RI itu. @fen

Baca Juga :  Tan Deseng, "Pendekar Karawitan Sunda"

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Reses di Desa Bojongsari Singkat Untuk Hindari Wabah

Kam Jul 9 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Di masa Pandemi Covid-19 ini, dikatakan anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Praniko Imam Sagita, saat Masa Sidang Reses III di aula Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang, tentunya waktu dibuat sedemikian singkat dan penerapan protokol kesehatan harus dilakukan guna menghindari paparan wabah. Dari waktu yang tersedia itu, Franiko mengakui, […]