Pemerintah Dorong Perempuan Indonesia Geluti Sains dan Teknologi

Editor Ilustrasi ilmuwan perempuan./pixabay/antara/via suara.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong perempuan Indonesia mau terlibat dalam bidang sains dan teknologi.

“Bersama berbagai pihak kami ingin terus memajukan perempuan dan anak-anak perempuan kita untuk mau juga terlibat dalam sains dan teknologi,” kata Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Kementerian PPPA, Indra Gunawan, dalam sebuah konferensi pers daring, Rabu (10/11/2021).

Indra mengatakan, separuh penduduk Indonesia merupakan kaum perempuan dengan potensi yang bisa dikembangkan, terlebih kemampuan mereka tidak kalah dengan laki-laki.

“Kami bersama berbagai pihak terus mendorong agar anak-anak perempuan kita mau terlibat atau terjun dalam ilmu pengetahuan termasuk teknologi, agar semakin banyak perempuan kita berkontribusi,” tutur dia.

Setali tiga uang dengan Indra, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Ir. Suharti, M.A., Ph.D. berpendapat, perlunya orang-orang mengikuti perkembangan jumlah perempuan yang akhirnya berkecimpung di bidang sains dan teknologi, di samping perkembangan berapa persen perempuan yang masuk dunia politik dan level manajemen.

“Kita perlu juga tahu mengikuti perkembangan berapa banyak perempuan di bidang sains dan teknologi,” kata dia.

Suharti mengatakan, berbagai pihak termasuk Kementerian PPPA dan Kemendikbudristek perlu bekerja sama memastikan women in science menjadi perhatian.

Di sisi lain, dia mengapresiasi para perempuan yang mau terjun di dunia ilmu pengetahuan, salah satunya Febty Febriani, Ph.D dari Pusat Riset Fisika – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Febty menjadi salah satu peraih National Fellowship 2021 dalam program For Women in Science (FWIS) atas rencana penelitiannya dalam mengembangkan inovasi untuk keberlanjutan dan menyelamatkan kehidupan di bumi.

“Melalui sains, saya ingin berkontribusi menyelamatkan kehidupan manusia dengan mengembangkan early warning system prakiraan kejadian gempa dan memetakan heterogenitas kerak bumi Indonesia,” tutur dia.

Baca Juga :  Eks Sekum FPI Munarman Ditangkap Densus 88

Selain Febty, ada juga Fransiska Krismastuti, Ph.D dari Pusat Riset Kimia BRIN yang melalui penelitiannya ingin berkontribusi menyelamatkan kehidupan manusia khususnya penderita luka kronis akibat diabetes dengan memanfaatkan limbah galvanisasi.

Kemudian, Dr. Magdalena Lenny Situmorang dari Kelompok Keilmuan Bioteknologi Mikroba, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung yang dalam penelitiannya melihat potensi besar di bidang akuakultur, khususnya udang demi mendukung industri budi daya udang di Indonesia agar menjadi lebih tangguh dan berkelanjutan.

Terakhir, ada Peni Ahmadi, Ph.D dari Peneliti di Pusat Riset Bioteknologi, BRIN yang berkomitmen menyelamatkan para perempuan dari kanker payudara dengan memanfaatkan biota laut Indonesia. @fen/sumber: suara.com/antara

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peraih Piala Citra di Ajang Festival Film Indonesia 2021

Kam Nov 11 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Gelaran Festival Film Indonesia (FFI) 2021 akhirnya sampai di puncak acara. Lebih dari 20 nominasi dibacakan tepat pada Hari Pahlawan, Rabu, 10 November 2021. Film Penyalin Cahaya sukses membawa pulang belasan Piala Citra. Termasuk di antaranya kategori Film Terpanjang Terbaik dan Pemeran Pria Terbaik FFI […]