Search
Close this search box.

Pemerintah Dorong Warga Bangkit Mandiri, Rumah Hanyut Banjir Diganti Dana Rp60 Juta

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau kawasan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (11/1/2026), sekaligus memastikan percepatan penyaluran bantuan bagi warga yang rumahnya rusak dan hanyut akibat bencana./visi.news/youtubesekretariatpresiden.

Bagikan :

VISI.NEWS | ACEH TAMIANG — Pemerintah pusat mendorong pemulihan pascabencana tidak hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga dengan memberikan ruang bagi warga terdampak untuk bangkit secara mandiri. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui skema bantuan pembangunan ulang rumah bagi korban banjir di Aceh Tamiang.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan pemerintah mempercepat penyaluran bantuan bagi warga yang rumahnya rusak hingga hanyut akibat banjir. Skema bantuan ini, menurutnya, dirancang agar masyarakat dapat segera kembali memiliki tempat tinggal layak.

“Saya beri waktu mulai dari kemarin tiga hari untuk diverifikasi di tingkat BNPB, diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan Capil. Kalau tiga hari sudah clear, uangnya oleh BNPB segera dibayarkan,” kata Tito Karnavian saat meninjau lokasi terdampak di Aceh Tamiang, Minggu (11/1).

Dalam skema tersebut, pemerintah membedakan nilai bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah. Warga dengan rumah rusak ringan akan menerima Rp15 juta, sementara rusak sedang mendapatkan Rp30 juta.

Tak hanya fokus pada bangunan, Tito menekankan pentingnya pemulihan lingkungan tempat tinggal warga. Ia menyebut bantuan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membersihkan lumpur banjir yang mengendap di rumah-rumah warga.

“Dengan anggaran itu diharapkan bisa meringankan beban warga, bisa dikerjakan sendiri atau gotong royong dengan keluarga,” ujarnya.

Untuk korban dengan rumah rusak berat atau hanyut, pemerintah menyiapkan dua pilihan. Warga dapat tetap tinggal sementara di tenda atau hunian sementara (huntara) yang tengah dibangun sebanyak 600 unit, atau memilih membangun rumah secara mandiri.

“Kalau menunggu di huntara, diberikan biaya Rp1,8 juta per bulan selama tiga bulan dan bisa diperpanjang. Atau kalau mau bangun sendiri silakan membangun, diberikan dana Rp60 juta oleh BNPB,” tegas Tito.

Baca Juga :  Prabowo Singgung Politikus ‘Girang’ Saat Bencana, Hasto Tegaskan PDIP Pilih Jalur Kemanusiaan dan Politik Ekologi

Dalam kunjungannya, Mendagri juga menyerahkan bantuan logistik berupa ratusan gerobak dorong dan mi instan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai dukungan awal pemulihan aktivitas warga pascabanjir. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :