Pemerintah Perpanjang Lagi PPKM Mikro hingga Dua Pekan Setelah Lebaran

Editor :
Pemerintah perpanjang lagi PPKM mikro hingga dua pekan setelah lebaran./antara/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pemerintah mengumumkan perpanjangan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala mikro (PPKM Mikro) jilid 8 pada 18 – 31 Mei 2021 atau sekitar dua pekan setelah Idulfitri 1442 Hijriah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/5/2021) mengatakan, PPKM Mikro jilid 8 akan tetap dilaksanakan di 30 provinsi, seperti halnya dengan jilid 7.

“PPKM Mikro tahap ke-8 yaitu tanggal 18 – 31 Mei 2021 akan diperpanjang dengan cakupan tetap di 30 provinsi,” kata Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, seperti dilansir Antara.

Airlangga mengatakan selama PPKM Mikro jilid 8, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas 3T yakni testing (pengetesan), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan), mengingat pada periode tersebut baru berlangsung perayaan Idulfitri.

“Tentu 18-31 Mei 2021 ini adalah periode dua minggu pasca mudik dan Hari Raya Idulfitri, dan tentu pengetatan daripada 3T,” ujarnya.

Dengan diterapkannya PPKM Mikro di 30 provinsi pada PPKM Mikro jilid 8, berarti saat ini hanya tersisa empat provinsi di Indonesia yang belum menerapkan PPKM Mikro, yakni Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara, sesuai keterangan di situs resmi www.covid19.go.id.

Menurut Airlangga, berdasarkan PPKM Mikro jilid 7 yang masih berlangsung, terlihat bahwa kasus aktif COVID-19 di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan kasus aktif global.

Dia menyebut tingkat kasus aktif per 9 Mei 2021 yakni 5,7 persen atau 98.395 kasus dan dibandingkan global yang mencapai 12,13 persen. Kemudian, tingkat kesembuhan di Indonesia mencapai 91,5 persen atau 1.568.277 kasus atau lebih tinggi jika dibandingkan kasus sembuh global yaitu 85,78 persen.

Baca Juga :  Deding Ishak Ajak Berbagai Pihak Duduk Bersama Bahas Salat Sunat Idulfitri di Tengah Covid-19

Adapun, tingkat kematian per 9 Mei di Indonesia tercatat sebesar 2,7 persen atau lebih tinggi jika dibandingkan kasus kematian global yaitu 2,08 persen.

Airlangga mengungkapkan bahwa dari 30 provinsi yang melaksanakan PPKM Mikro, 11 provinsi mengalami tambahan konfirmasi kasus harian dengan 5 provinsi yang meningkat cukup tajam yaitu Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat.

“Sebagian itu akibat dari datangnya pekerja migran,” kata Airlangga.

Dengan meningkatnya kasus Covid-19 secara harian, terdapat beberapa daerah yang mengalami peningkatan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (Bed Occupancy Ratio/BOR).

Beberapa provinsi yang memiliki BOR di atas 50 persen yaitu Sumatera Utara 63,4 persen, Riau 59,1 persen, Kepulauan Riau 59,9 persen, Sumatera Selatan 56,6 persen, Jambi 56,2 persen, Lampung 50,8 persen, dan Kalimantan Barat 50,6 persen.

“Ini terutama kenaikan memang terjadi di Sumatera, oleh karena itu Sumatera menjadi perhatian pemerintah sedangkan di Jawa rata-rata BOR di bawah 40 persen dan ini terendah sepanjang PPKM,” ujarnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sekjen MUI: Grand Design Pedoman Tayangan Ramadan Dibutuhkan untuk Tahun Mendatang

Sel Mei 11 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melangsungkan acara laporan hasil pantauan tayangan Ramadan tahap dua. Pemantauan tahap dua merupakan pemantauan final yang berlangsung mulai 23 April 2021- 06 Mei 2021 untuk melihat masih adanya pelanggaran dan komitmen perbaikan program televisi. Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan menyampaikan, dirinya berharap […]