Pemerintah Saudi Keluarkan Protokol Kesehatan Khusus Jemaah Haji

Editor Ka'bah dan Masjidil Haram./saudigazette.com.sa
Silahkan bagikan
  • Peziarah tidak boleh menyentuh Ka’bah dan Hajar Aswad agar tetap steril

VISI.NEWS – Pusat Nasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi telah mengeluarkan protokol kesehatan khusus untuk musim haji saat ini. Menurut protokol tersebut, para peziarah tidak boleh menyentuh atau mencium Ka’bah Suci dan Batu Hitam (Hajar Aswad) dan mereka harus menggunakan kerikil steril yang dikemas untuk ritual lempar jumroh.

Peraturan itu, seperti dilansir dari saudigazette.com.sa, Senin (6/7/2020), menetapkan bahwa masuk ke situs suci Mina, Muzdalifah dan Arafat tanpa izin haji akan dilarang. Pelarangan ini berlaku efektif mulai 19 Juli (28 Dhulqaidah 1441 H) sampai  2 Agustus 2020  (12 Dhulhijjah 1441 H) atau hari kelima haji haji.

Jika ada jamaah yang ditemukan dengan gejala coronavirus di tengah-tengah pelaksanaan ibadah haji, maka mereka hanya akan diizinkan untuk menyelesaikan ritual setelah ada rekomendasi dokter, dan selama ada gejala Covid-19 akan berada di karantina perusahaan KBIH.

Bangunan terpisah atau setidaknya rumah tempat tinggal, transportasi dan jadwal untuk rute perjalanan yang sesuai dengan situasi pandemi corona virus harus ditetapkan oleh KBIH.

Setiap orang, yang memiliki gejala flu seperti suhu tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan atau kehilangan indera penciuman dan rasa, tidak akan diizinkan untuk melakukan ritual haji sampai setelah gejalanya itu hilang dan membuat laporan dari dokter yang merawat dan bisa menunjukkan bukti kesembuhannya.

Kepada para jemaah haji juga diwajibkanmengenakan masker dan semua yang terlibat dalam pelaksanaan ibadah haji setiap saat, dan membuangnya dengan cara yang tepat dan di tempat yang ditunjuk.

Para peziarah juga diharuskan untuk menunggu di titik-titik kumpul, dan menangani serta menerima barang-barang milik jemaah di tempat-tempat yang diberi tanda-tanda atau stiker yang terlihat di tanah untuk memastikan jarak 1,5 meter antara para jemaah.

Baca Juga :  Sempat Viral, Pencuri Motor Milik Ojol Dibekuk di Madura

Jemaah diperbolehkan mengambil air minum dan air Zamzam untuk dirinya dalam wadah sekali pakai. Semua lemari pendingin di Masjidil Haram di Mekah dan tempat-tempat suci akan dihapus dan tidak digunakan.

Hanya makanan cepat saji prapaket harus disediakan secara terpisah untuk setiap peziarah. Peziarah harus secara ketat mematuhi peraturan yang berkaitan dengan tempat tinggal mereka  dan hanya di daerah yang ditunjuk oleh penyelenggara haji saat berada di Arafat dan Muzdalifah. Diharuskan tidak lebih dari 10 peziarah per 50 meter persegi luas tenda.

Sedangkan untuk jumroh Jamarat, para peziarah harus diberi kerikil yang sudah disterilkan dan ditempatkan di dalam tas yang dibungkus.

Peziarah diizinkan untuk pindah ke Jamarat sesuai waktu yang dijadwalkan, sehingga jumlah peziarah yang melemparkan batu pada satu waktu tidak melebihi 50 peziarah untuk setiap lantai kompleks Jamarat, dan mereka harus menjaga jarak 1,5 hingga 2 meter antara dua peziarah saat melakukan ritual lempar jumroh tersebut.

Begitu pula jarak 1,5 meter antara dua orang yang melakukan tawaf (berkeliling di sekitar Ka’bah) diberlakukan. Petugas keamanan harus secara ketat memantau kepatuhan terhadap jarak sosial dan protokol kesehatan lainnya.

Di sekeliling Ka’bah akan dipasangi pagar pembatas untuk mencegah peziarah menyentuh Ka’bah atau Hajar Aswad dan petugas harus mencegah jamaah yang mendekati pagar pembatas.

Mataf (area untuk mengelilingi) dan Masa (area untuk melakukan ritual Sai antara Safa dan Marwa) akan disterilkan sebelum dan sesudah pelaksanaan ritual Tawaf dan Sai oleh setiap kelompok jemaah haji, hal itu dinyatakan dalam protokol tersebut.@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Zona Héjo (1)

Ming Jul 5 , 2020
Silahkan bagikanRékacipta Féndy Sy Citrawarga   “ALHAMDULILLAH nya Bah.” “Naon téa Jin?” “Sumuhun, tos héjo.” “Naon nu geus héjo téh, Ujin?” “Daun cau nya Jin? Nya heueuh atuh daun cau mah ti babaheula gé héjo.” “Saha nu nanyakeun daun cau, Darsép?” “Cenah bieu ceuk manéh tos héjo. Nya naon deui […]