Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Berbasis HAKI Bagi Pelaku UMKM

Editor Direktur Pengembangan Kekayaan Intelektual, Industri Kreatif, Kemenparekraf, Dr. Robinson H Sinaga, memberikan penjelasan tentang sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran HAKI di depan pelaku UMKM Surakarta. /visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memiliki sertifikat hak kekayaan intelektual (HAKI), akan mendapatkan kemudahan mendapatkan tambahan modal usaha melalui kredit perbankan melalui skema pembiayaan berbasis HAKI.

Saat ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menerbitkan peraturan pemerintah (PP) yang mengatur pelaksanaan penyaluran pinjaman bank khusus bagi UMKM tersebut.

Direktur Pengembangan Kekayaan Intelektual, Industri Kreatif, Kemenparekraf, Dr. Robinson H Sinaga, mengungkapkan hal itu kepada wartawan, seusai membuka

“Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Kekayaan Intelektual bagi Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” di depan 125 pelaku usaha UMKM di Solo, Kamis (16/6/2022).

Sekarang ini, menurut Robinson, belum ada regulasi yang memungkinkan sertifikat HAKI bisa digunakan untuk jaminan kredit bank. Tetapi pada 2021, Kemenparekraf telah menerbitkan PP yang merujuk pada UU Parekraf.

“UU yang mengatur penggunaan sertifikat HAKI untuk agunan pinjaman belum ada petunjuk pelaksanaannya. Saat ini petunjuk pelaksanaan itu sudah di meja Presiden. Insya Allah dalam tempo satu setengah tahun pada 2024 penyaluran pinjaman bank dengan agunan sertifikat HAKI bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Dalam PP Kemenparekraf, sambungnya, sudah diatur nama bank yang ditunjuk. Kalau bank beralasan tidak tahu nilai selembar sertifikat HAKI, pemerintah juga akan menyediakan evaluator untuk menilai harga sertifikat.

“Banyak bank memang tidak tahu berapa harga selembar sertifikat HAKI. Contohnya, HAKI Coca Cola atau perusahaan nasional Grab, sulit diukur harganya. Kalau orang tahu nilai Grab pasti bisa goyang,” sambungnya.

Robinson menyatakan, pelaku UMKM di Indonesia yang punya potensi usaha untuk mendapatkan sertifikat HAKI cukup besar. Namun masalahnya, belum banyak pelaku UMKM yang melek HAKI.

Baca Juga :  Pemilik "Lemosin" dan "Simental" Bangga Sapinya Jadi Hewan Kurban Presiden

Skema pembiayaan berbasis HAKI yang digagas Kemenparekraf, katanya, mengadopsi negara tetangga ,seperti Singapura dan Malaysia, melalui sosialisasi dan fasilitasi agar tingkat kesadaran pelaku UMKM mendaftarkan HAKI atas produknya semakin meningkat.

“Potensi HAKI ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk jaminan bank. Sekarang belum ada regulasi yang memungkinkan itu. Jadi kalau misalnya pelaku UMKM punya sertifikat HAKI, bawa ke bank untuk jaminan, pasti tidak diterima. Padahal sertifikat HAKI ini punya valuasi yang besar, bernilai ekonomis sekali,” tandasnya.

Menanggapi kekhawatiran pihak perbankan kemungkinan kredit macet, menurut Robinson, Kemenparekraf merencanakan menjaminkan pinjaman berbasis sertifikat HAKI ke Jamkrindo. Risiko kredit macet ditanggung pihak asuransi, dengan premi yang dibayarkan pemerintah.
“Bank memang tidak mau ribet, sehingga semua itu harus dibiayai pemerintah. Karena tujuannya adalah membantu masyarakat,” katanya lagi.

Dalam sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran HAKI tersebut, Kemenparekraf bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Proses pengurusan sampai terbitnya sertifikat HAKI ditangani UNS dan biaya pengurusan sebesar Rp. 1,8 juta difasilitasi Kemenparekraf.

Wakil Rektor UNS Bidang Riset dan Inovasi, Kuncoro Diharjo, menambahkan ,UNS mendukung upaya Kemenparekraf menggenjot jumlah pelaku UMKM yang melek sertifikat HAKI. Pihaknya berupaya memfasilitasi layanan pendaftaran HAKI melalui Direktorat Inovasi dan Hilirisasi yang fokus pada pengembangan produk termasuk sertifikasi HAKI.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Manfaatkan Waktu Malam Hari Tidak Sebatas Istirahat Atau Tidur, Solat Sunat Sepertiga Malam Bisa Jadi Amalan

Kam Jun 16 , 2022
Silahkan bagikanVISINEWS |BANDUNG – Hikmah adalah suatu renungan dan kesungguhan memanfaatkan ilmu-ilmu dan peristiwa-peristiwa, serta melihat hubungan atau kaitan-kaitan yang ada di dalamnya serta membahas tentang sumber dan tujuannya. Demikian dikatakan Anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat (Jabar) Haji Kusnadi mengatakan, hikmah dalam sholat tahajud, terlihat begitu rutin melakukan sholat […]