Pemilik Pulang dari Karawang, Rumah di Kab. Bandung Sempat Ditandai Zona Merah

Sebuah rumah ditandai zona merah gegara penghuni sempat mudik ke Karawang./detik.com/ istimewa.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Sebuah rumah di Kabupaten Bandung ditandai zona merah usai pemilik rumah sempat mudik dari Karawang. Setelah tanda tersebut viral di media sosial, kini tanda tersebut telah dicabut oleh pengurus warga.

Sebelumnya, sebuah akun twitter @dewisutrisno_ mengunggah sebuah kicauan disertai foto yang mengomentari terkait tanda tersebut. Rumah tersebut berada di Kompleks Perumahan Bukit Bunga Kopo RT 3/RW 15 Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

“Galak banget ini pengurus RT 03/15 di Soreang (seharusnya Katapang) Bandung. Balik-balik gimana ya ekspresi yang punya rumah. Ini dari instastory temen aku,” kicau akun tersebut, seperti dilansir detik.com.

Ketua Rukun Tetangga 03 RW 15 Kompleks Bukit Bunga Kopo, Parno mengatakan, dirinya baru tahu kalau tanda tersebut viral di media sosial. Setelah dua hari tertancap di depan dan halaman rumah tersebut, kini tanda tersebut sudah diangkat kembali.

“Sudah saya angkat tadi. Tadi juga saya kaget dari polisi pada ke sini,” ujar Parno, Minggu (31/5/2020).

Parno mengatakan, tanda tersebut merupakan keputusan bersama antarwarga di sekitar rumah. Karena penghuni rumah tersebut diketahui sempat mudik ke Karawang.

Menurut Parno, tanda tersebut merupakan bentuk sanksi sosial bagi penghuni rumah. Namun, tanda tersebut bukan untuk mendiskriminasi pengunjung rumah.

“Sebelum pergi ada larangan, tapi tetap nekat ke sana. Dan itu bukan saya sendiri tapi atas kesepakatan pengurus. karena itu berlaku untuk semua. Itu berlaku sebagai sanksi sosial untuk mereka,” ujarnya.

Parno menambahkan, tanda tersebut atas persetujuan pemilik rumah setelah pulang dari lokasi mudik.

“Sudah pulang, saya datangi kasih tahulah, kemudian minta izin untuk ditandai itu,” tambahnya.

Kini penghuni rumah sedang melakukan isolasi mandiri. Sejak pulang, Rabu (27/5/2020) lalu, kini mereka dalam pemantauan pihak puskesmas setempat.

“Sekarang sedang karantina mandiri. Itu untuk menjaga agar wilayah kita tetap aman. Tidak ada maksud lain,” pungkasnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

2 Pelajar Bobol ATM, Uang Rp 600 Juta Digondol

Ming Mei 31 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Resmob Polda Bali menangkap tiga orang pelaku pembobolan mesin ATM Bank Mandiri di SPBU Buruan Jalan By Pass Darma Giri Buruan, Gianyar, Bali. Ketiga pelaku pembobolan ATM itu, yakni masing-masing Roni Firmansyah Maulana (teknisi ATM), TIY, dan I WYN (Keduanya masih berstatus pelajar). Ketiganya ditangkap setelah sebelumnya […]