Pemkab Bandung Lakukan Opsih Penanganan Sampah Pasca-banjir

Editor Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah. /visi.news/engkos kosasih
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BOJONGSOANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengungkapkan keprihatinannya terjadi luapan air sungai yang menyebabkan di sejumlah titik masih tergenang banjir di Kabupaten Bandung, di antaranya di kawasan Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang dan daerah lainnya. Luapan sungai itu setelah turun hujan deras di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

“Luapan air sungai yang menyebabkan terjadinya genangan air itu, timbul permasalahan tambahan yaitu berupa timbulan sampah baru,” kata Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah kepada wartawan di Sapan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Minggu (14/1/2024).

Sesuai arahan dan kebijakan Bupati Bandung, imbuh Asep, pihaknya sudah kolaborasi dan sinergis untuk bisa menyelesaikan permasalahan itu. “Dari hari kemarin, dengan BBWSC (Balai Besar Wilayah Sungai Citarum), armada kita juga membantu dan hari ini kita sedang melakukan opsih lanjutan. Kita akan tangani sehingga bisa cepat dilakukan upaya pemulihan di lokasi bencana banjir,” tutur Asep.

Asep mengatakan jenis sampah di lokasi bencana banjir itu bercampur dengan sedimentasi dan kayu. “Kita upayakan d lokasi bencana, bisa segera pulih. Bisa segera bersih, sehingga tidak menyisakan permasalahan tambahan yaitu kotornya lingkungan atau sanitasi di lokasi kejadian bencana banjir,” jelas Asep.

Ia mengatakan sampah yang diambil atau diangkut di lokasi bencana banjir itu, ditangani melalui teknologi RDF (Refuse Derived Fuel). Kemudian penanganan residu karena timbulan sampah itu ada sedimentasi, kayu dan sampah lainnya.

Asep juga turut mengungkapkan penanganan sampah di lokasi lintas batas antara Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung, terkait dengan adanya beberapa jalur lintasan sungai tersebut.

Baca Juga :  Rudy Gunawan, "Jabatan Kadispora Garut Segera Diganti"

“Lintasan aliran air sungai dari Kota Bandung ke Kabupaten Bandung, tentu ketika air meluap ini membawa timbulan sampah dari wilayah hulu,” katanya.

Menurutnya, sampah yang tertahan di perbatasan, dilakukan opsih bersama-sama jajaran TNI dari Satgas Citarum Harum. Selain itu dengan para kader, aparatur desa dan pihak lainnya.

“Sementara ini kita melakukan upaya-upaya penyelesaian. Harapan kedepan, di kawasan hulu ini bisa segera ada treatment sehingga sampahnya tidak semuanya lari ke sungai,” katanya.

Asep mengatakan salah satu MoU (Memorandum of Understanding) dengan pemerintah kabupaten/kota di Bandung Raya, termasuk salah satu item adalah dalam penanganan sampah lintas batas.

“Tapi ini tentunya bukan upaya mudah, tapi komunikasi kebijakan itu sudah dilakukan langka-langkah walaupun hasilnya belum sesuai dengan yang kita harapkan,” katanya.

@kos

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ribuan Warga Serbu Festival Durian 2024 di Alun-Alun Kajen Pakalongan

Ming Jan 14 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | PEKALONGAN – Suasana alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, mendadak ramai pada Minggu (14/1/2024) siang. Ribuan warga dari berbagai daerah berbondong-bondong datang ke lokasi untuk berebut durian. Aksi berebut durian ini merupakan bagian dari acara “Festival Durian Kajen 2024” yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten […]