VISI.NEWS | MOJOKERTO – Dalam rangka monitoring percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar Diseminasi Audit Kasus Stunting. Diseminasi tersebut merupakan langkah Pemkab Mojokerto pasca Audit Kasus Stunting (AKS) dan tercapainya angka 100% pada monitoring balita di Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemkab dalam memastikan penurunan angka stunting yang berkelanjutan dan efektif.
Pada momen diseminasi itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menuturkan bahwa fokus penurunan stunting setelah terselenggaranya AKS adalah pemantauan kepada kehamilan, terutama pada kehamilan dengan risiko tinggi dan kehamilan yang tidak diinginkan. “Tolong fokus pada ibu hamil, tidak boleh ada kehamilan yang tidak terpantau, apalagi kehamilan berisiko tinggi dan kehamilan yang tidak diinginkan (kehamilan di luar nikah),” ujarnya pada Rabu (3/7/2024) sore.
Ikfina melanjutkan, tentang pentingnya tindak pencegahan terhadap kehamilan di luar nikah pada remaja. Hal tersebut dikarenakan dampak dari orang tua yang belum matang secara biologis, bisa memperbesar angka kemungkinan bayi lahir dengan berat dan panjang badan yang kurang sehingga akhirnya bisa menjadi stunting. “Yang harus kita garis bawahi adalah, kita harus mengupayakan agar tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan pada usia remaja, karena kondisi dari orang tua yang masih remaja ini pasti berdampak buruk, baik itu secara biologis maupun secara psikis,” tandasnya.
Diseminasi AKS ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam upaya penurunan stunting. Diselenggarakan di RM Jimbaran, kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) itu turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, jajaran pimpinan OPD terkait, dan diikuti oleh camat se-Kabupaten Mojokerto, para kepala puskesmas se-Kabupaten Mojokerto, dan para koordinator KB Kabupaten Mojokerto.
Selama kegiatan berlangsung, berbagai strategi dan program intervensi untuk pencegahan dan penanganan stunting dibahas secara mendalam. Para peserta diseminasi diberi kesempatan untuk memberikan masukan dan berbagi pengalaman dalam upaya mereka menurunkan angka stunting di wilayah masing-masing. Pemkab Mojokerto juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan program-program yang telah berjalan memberikan hasil yang maksimal.
Selain itu, Ikfina Fahmawati menekankan perlunya edukasi dan penyuluhan yang lebih intensif kepada masyarakat, terutama kepada calon ibu dan remaja. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya gizi seimbang selama kehamilan sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Dengan demikian, ia berharap angka stunting di Kabupaten Mojokerto dapat terus menurun dan anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan optimal.
Melalui diseminasi ini, Pemkab Mojokerto berharap dapat menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam upaya bersama menurunkan angka stunting. Dengan komitmen dan kerja sama yang solid, diharapkan Kabupaten Mojokerto dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya penanggulangan stunting secara efektif dan berkelanjutan.
@rizalkoswara