VISI.NEWS | BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mengambil langkah konkret dalam menangani permasalahan sampah yang semakin menumpuk, terutama setelah terhentinya kerja sama dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing.
Dalam rapat koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengungkapkan bahwa ada tiga tahapan utama yang akan diterapkan dalam penyelesaian permasalahan sampah, yaitu tahap penanganan, pemulihan, dan penormalan.
“Pada tahap ini, yakni penanganan, ada titik-titik kumpul timbunan sampah di 136 lokasi yang harus segera dimusnahkan. Sampah dari titik kumpul akan dibawa ke TPS terdekat dan dimusnahkan dengan insinerator. Namun, pembuangan ke TPA Sarimukti masih tetap berjalan,” kata Erwin dilansir dari laman resmi Kota Bandung.
Saat ini, diperkirakan sekitar 430 ton sampah per hari masih belum tertangani. Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Bandung menargetkan pemusnahan sampah dengan kapasitas yang sama dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Selain itu, program perluasan Kemitraan Bank Sampah (KBS) hingga 700 titik terus dilakukan guna mengurangi jumlah sampah yang harus dikirim ke TPA.
Kepala DLH Kota Bandung, Dudy Prayudi, mengakui bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar. Sejak 3 Oktober 2024, kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti telah dikurangi dari 170 ritase menjadi 140 ritase per hari. Meski pada periode 8 Februari hingga 10 Maret 2025 terdapat penambahan lima ritase, jumlah ini akan kembali dikurangi setelahnya.
Sementara itu, rata-rata produksi sampah Kota Bandung masih mencapai 154 ritase per hari, yang berarti sekitar 14 hingga 15 ritase sampah belum bisa terangkut ke TPA.
Untuk mengatasi kendala ini, Pemkot Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), kerja sama dengan Mesin Olah Runtah (MOTAH), serta pemusnahan sampah dengan teknologi pirolisis di beberapa lokasi seperti TPST Cicukang Holis dan Babakan Siliwangi. Selain itu, program bank sampah dan magotisasi di tingkat kelurahan juga akan diperkuat untuk mendukung upaya pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Sebagai bagian dari upaya ini, DLH Kota Bandung akan segera menggelar acara “kick off” penanganan sampah dalam waktu dekat. Namun, Dudy menegaskan bahwa pihaknya masih perlu melakukan koordinasi teknis sebelum pelaksanaan program tersebut.
“Kami perlu berkoordinasi lebih lanjut. Akan kami update segera informasinya dalam beberapa waktu ke depan,” tutupnya. @ffr