Pemkot Solo Salurkan Dana BST bagi Warga yang Terdampak Covid-19

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, secara simbolis menyerahkan bantuan sosial tunai (BST) kepada salah seorang warga Kecamatan Jebres Kota Solo (atas), sementara foto bawah warga penerima BST memperlihatkan dan menghitung uang yang diterimanya./visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Di akhir tahun 2020 ini, Pemkot Solo menyalurkan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi warga yang terdampak bencana nonalam Covid- 19. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyerahkan secara simbolis BST tersebut di Pendapa Kantor Kecamatan Jebres, Rabu (2/12/2020).

“Seluruh warga Kota Solo benar-benar dipikirkan Pemerintah Kota Solo, termasuk warga yang terdampak Covid-19 diberi bantuan BST dari dana insentif daerah. Tentunya, ada imbal balik yang harus dipenuhi keluarga penerima manfaat BST, cukup dengan melakukan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak untuk memutus mata rantai Covid-19,” ujar wali kota Solo yang akrab disapa Rudy, di depan para penerima BST.

Rudy menekankan, warga khususnya penerima bantuan BST harus bisa memahami perhatian pemerintah tersebut. Warga Kota Solo diminta membalasnya dengan kepatuhan melakukan kegiatan dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan.

Menyinggung BST yang dibiayai dengan dana insentif daerah (DID) senilai total Rp 7, 2 miliar, menurut wali kota, pemanfaatannya bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19. Dia wanti-wanti agar bantuan tersebut hanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan pokok.

“Kebutuhan lain, seperti transportasi bagi warga Kota Solo bisa memanfaatkan bus Batik Solo Trans maupun angkutan feeder yang didesain sesuai protokol kesehatan. Bantuan tunai harus dimanfaatkan betul untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tandasnya.

Rudy menambahkan, bagi warga Kota Solo yang belum menerima BST saat ini, akan diupayakan Pemkot Solo pada giliran berikutnya. Warga Kota Solo yang mendapatkan dana BST adalah keluarga yang nama-namanya sudah terdata di sistem informasi kesejahteraan elektronik atau E-SIK.

Kepala Dinas Sosial Pemkot Solo, Drs Tamso, dalam laporannya menyebutkan, DID merupakan bantuan Kementrian Keuangan tambahan periode ketiga. Pemkot Solo mengalokasikan dana tersebut khusus untuk memberikan BST bagi 12.076 kepala keluarga terdampak Covid 19.

Baca Juga :  Kang DN: AMS Miliki Cara Khas Jaga Budaya Ki Sunda dengan "Silih Asah, Asih, dan Asuh"

Kriteria penerima BST tersebut, adalah keluarga yang namanya terdata DTKS dan belum mendapatkan bantuan program PKH, program bantuan pangan non tunai, BST APBN, atau bantuan lain sejenis.

“Selain itu, juga warga yang rentan miskin dan belum masuk dalam daftar DTKS maupun data E-SIK yang belum mendapatkan bantuan BST, berdasarkan usulan RT, RW dan kelurahan kita beri BST dari DID. Termasuk narapidana dan lansia yang berdomisili di Kota Solo yang memiliki KK Solo, serta warga luar Kota Solo dengan penyakit kronis yang belum mendapatkan bantuan akan kita bantu,” katanya.

Bantuan dana BST dari alokasi DID hanya diberikan sekali sebesar Rp. 600.000,- per KK. Di antara penerima bantuan terdapat petugas Linmas yang termasuk kategori miskin. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mungkinkah PHRI Akan Dukung Yena

Jum Des 4 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kab. Bandung, Use Juhaya, pemilik Restoran Suka Hati Cileunyi, mengatakan, belum bisa menentukan sikap dukungannya kepada Pasangan Calon (Paslon) no urut 2, Hj. Yena Iskandar Masoem – Atep Rizal. Dia menambahkan, semua pengurus hanya ingin lebih mengenalnya, dengan kata lain […]