Pemprov Minta Warga Taati Aturan Jika Tak Ingin Disanksi

Editor :
GT Palimanan./visi.news/humasjabar

Silahkan bagikan

 

VISI.NEWS – Pemprov Jabar memjnta warga menahan diri untuk mudik demi keselamatan bersama.

Selain itu, warga pun diharapkan tidak melakukan rekayasa syarat perjalanan demi lolos dari jeratan larangan mudik.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari, meminta masyarakat Jabar tidak coba-coba melakukan pelanggaran dengan pemasaluan dokumen izin perjalanan, dan dokumen kesehatan.

Pasalnya, lanjut dia, akan ada delik pemalsuan pidana yang akan diproses kepolisian.

Hal itu, katanya, termasuk modus kendaraan barang atau kendaraan pribadi dengan mengirimkan barang terpisah lebih dulu kemudian berpakaian ala kadarnya dengan mengenakan sandal jepit seperti tidak akan bepergian jauh.

“Kemudian ada yang rela sambung-menyambung angkutan umum. Hal itu sudah pernah terjadi tahun lalu dan kami, maupun polisi sudah paham dan sudah siapkan antisipasinya,” ujar Hery, akhir pekan lalu.

Soal perjalanan mudik dan wisata pada lebaran tahun ini, menurut dia, sudah jelas aturannya mulai dari Satuan Tugas Penanganan Civid-19 pusat hingga daerah.

“Kami dari Satgas nasional, Satgas Provinsi, Pak Gubernur dan jajaran, pemahamannya sudah satu, bahwa perjalanan antar kota, antar kabupaten, dan antar provinsi selama periode mudik 6-17 Mei tidak diperkenankan, kecuali dalam aglomerasi dalam kota,”ujarnya.

Dia akui, dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 No 13/2021 Tentang Pengendalian Transportasi Masa Idul Fitri 1442 H disebutkan terdapat peniadaan mudik.

Jika SE tersebut dicermati khususnya poin f nomor 3, terkait siapa pelaku perjalanan dalam kurun waktu 6-17 Mei itu, menurutnya, sudah jelas yakni, yang melakukan perjalanan dalam maupun luar negri dengan tujuan mudik dan wisata.

“Jadi sudah jelas eksplisit dan dijelaskan (dalam SE Satgas Covid-19 No 13/2021 dan adendum) sudah clear. Di sana dijelaskan yang dikecualikan itu yang emergency, persalinan, hamil, meninggal, sakit keras dan sejenisnya,” kataHery.

Baca Juga :  Berkerumun Selama Nataru, Sanksi Menanti Tanpa Pandang Bulu

“Kemudian, pengecualian pun berlaku bagi mereka pelaku perjalanan dalam rangka tugas, kemudian dalam rangka kedinasan bagi ASN, Polri, pegawai swasta, pekerja informal, masyarakat umum dengan menyertakan surat izin (dengan print out) atasan, kepala desa. Menyertakan pula dengan keterangan hasil bebas dari Covid-19 dengan berbagai metode,”ujar dia.

Hery mengaku pula, ada peluang pelanggaran di lapangan.

Pihaknya pun harus bisa membedakan pelaku perjalanan wisata maupun mudik.

Selain kembali meneguhkan amanat SE Satgas Covid No 13/2021, adendum serta Permenhub 13/2021, pihaknya akan menggerakkan kordinasi akbar bidang perhubungan dalam waktu dekat. Hery ingin semua kepala dinas perhubungan kota kabupaten hadir. Selain itu juga Hery akan gunakan saluran Satgas Pemilihan Ekonomi Daerah (PED) maupun Satgas Penanganan Covid-19 daerah untuk sarana kordinasi, menyamakan persepsi dan antisipasi di lapangan.

“Ini kebijakan Satgas tegak lurus sama halnya dengan kementerian. Hanya masalah penerjemahan aturan. Saya ingin mengajak kita semua khausunya perhubungan di lingkungan Jabar untuk memahami urgensi dan masalah yang akan ditimbul. Jangan sampai salah ambil keputusan di lapangan, tetap pahami aturan,”ujar dia.

Di sisi lain, Hery mengapresiasi warga yang memilih untuk menunda pulang kampung tahun ini. Hal itu demi mencegah kerugian yang lebih besar lagi.

“Kami paham dan memang berat. Di mental sudah ingin pulang kampung ketemu orang tua dan dari sisi ekonomi banyak yang dirugikan tapi perlu dipahami kerugian lebih besar, lama dan panjang kalau kita melanggar larangan,”ucap dia.

Perlu diingat, setiap tahunnya mudik merupakan tujuan dari 18 juta warga dalam waktu yang bersamaan. Tentunya hal itu akan memicu resiko yang luar biasa.

“Di sana ada silaturahmi ke orang tua di kampung, kita merasa sehat tapi kalau ternyata kita pembawa dan orang tua kita ternyata komorbid bagaimana?,”ujar dia.

Baca Juga :  Mau Resep Pangan Aman Selama Masa Pandemi Covid-19? Simak BPOM Berbagi

” Di kota rumah sakit banyak, tapi kalau di daerah tidak sebanyak di kota, ketika mereka kritis kemudian hanya dirawat di rumah dan pada akhirnya meninggal bagaimana. jangan seperti di India,”ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan, untuk tahun ini pemerintah tidak memperkenankan adanya kegiatan mudik. Masyarakat diminta untuk tidak mencuri kesempatan untuk mudik sebelum tanggal libur maupun setelah Idul Fitri.

“Maka kita sudah menyiapkan penyekatan tidak hanya di jalan-jalan besar, tapi di jalan-jalan kecil atau istilahnya jalan tikus, kita akan melakukan penyekatan,” tutur Ridwan pada rapat kordinasi di Cirebon.

Gubernur menegaskan tidak ada dispensasi kepada siapapun kecuali mereka yang akan menunaikan tugas negara atau tugas kedinasan.

“Tugas di luar itu semuanya, yang niatnya mau bertemu dengan orang tua pada Idul Fitri, mohon untuk menahan diri dulu agar tetap bisa mengendalikan kasus Covid-19 lebih baik,” katanya.@ayi

Ayi Kusmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ingin Juarai La Liga, Barcelona Wajib Pecundangi Atletico di Camp Nou

Sel Mei 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Barcelona wajib mengalahkan Atletico Madrid di jornada 35 jika ingin menjaga peluang juara La Liga musim ini. Sebagaimana diketahui, Barcelona akan menjamu Atletico di Camp Nou pada 8 Mei mendatang. Atletico Madrid saat ini masih memimpin di puncak klasemen La Liga dengan 76 poin. Sementara Barcelona ada […]