Pemudik ke Kota Solo di Akhir Tahun 2020 Wajib Karantina di Benteng Vastenburg

Editor :


Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam masa liburan akhir tahun di hari Natal dan Tahun Baru akan kembali menerapkan aturan wajib karantina bagi pemudik, seperti yang dikenakan terhadap warga Kota Solo yang mudik pada Lebaran 2020 lalu.

Namun Pemkot Solo menghadapi masalah untuk menampung para pemudik tersebut karena Gedung Grha Wisata Niaga saat ini digunakan Brimob, serta Dalem Djojokusuman maupun Dalem Prijohartanan juga tidak bisa digunakan untuk karantina.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengungkapkan kepada VISI.NEWS, di Balai Kota Solo, Selasa (1/12/2020), sebagai alternatif dalam mengatasi masalah tersebut pihaknya akan minta bantuan TNI pinjam tenda untuk penampungan. Sedangkan lokasi penampungan akan ditempatkan di kawasan Benteng Vastenburg.

“Saya menghimbau, sebaiknya dalam libur Natal dan Tahun Baru tidak usah mudik. Kalau nanti kedapatan ada warga Kota Solo di daerah lain yang nekat mudik, akan kita kenai wajib karantina selama 14 hari, seperti Lebaran lalu. Saya tegaskan, orang Jakarta dan daerah lain, termasuk dari Jawa Barat kalau nekat mudik ke Solo harus karantina 14 hari di Benteng Vastenburg,” ujarnya.

Menanggapi keputusan pemerintah membatalkan cuti bersama akhir tahun, menurut wali kota yang akrab disapa Rudy itu, meskipun tidak ada libur panjang pada hari Natal dan Tahun baru, pihaknya tetap akan menyiapkan tempat karantina. Selain kemungkinan penampungan menggunakan tenda-tenda seperti barak pengungsi, Pemkot Solo juga mencari alternatif tempat penampungan, di antaranya hall bangunan Solo Techno Park yang saat ini kosong.

“Kalau lokasi yang sudah bisa dipastikan ya di Benteng Vastenburg menggunakan tenda barak tentara. Karena itu, saya menghimbau warga Solo di perantauan tidak usah mudik kalau tidak ingin tidur di barak Benteng Vastenburg dua minggu,” tandasnya.

Menyinggung alasan wajib karantina bagi pemudik di akhir 2020 ini, Rudy mengungkapkan, belakangan ini perkembangan penyebaran Covid-19 di Kota Solo menunjukkan tren kenaikan. Mengutip data terakhir yang dikeluarkan Satgas Covid -19 Kota Solo, angka pasien yang terkonfirmasi positif mencapai 2.500 orang. Dia khawatir kedatangan para pemudik yang kemungkinan terpapar Covid-19 dalam perjalanan, bisa menambah buruk perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Solo.

“Waktu berangkat dari Jakarta, misalnya, saat di-swab hasilnya negatif. Tapi dia terpapar di perjalanan hasil swab itu tidak ada gunanya karena bisa menyebar ke keluarga atau lingkungan di kampungnya,” jelasnya.

Wali kota Solo menambahkan, seperti Lebaran lalu dalam pelaksanaan wajib karantina Satgas Covid-19 akan menjemput pemudik di terminal, stasiun, dan bandara. Selain itu, Pemkot Solo minta dukungan lingkungan melalui keterlibatan pengurus RT dan RW, serta mengaktifkan kegiatan Jogo Tonggo. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KKK DPD Jabar Bersama Forum PKL Juara Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Sel Des 1 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sebagai salah satu kepedulian dan bentuk keprihatinan terhadap dampak Covid 19, paguyuban warga Manado yang terhimpun dalam wadah KKK (Kerukunan Keluarga Kawanua) DPD Jabar berkolaborisi dengan Forum PKL Juara, mensosialisasikan kegiata peduli protokol kesehatan Covid 19 di Taman Pers Malabar, Kota Bandung, Selasa (1/12/2020). Diungkap Sekertaris KKK […]