Penelitian Morfologi Budaya Jurnalisme Antarkan Sri Syamsiyah Raih Gelar Doktor 

Editor Wartawan Suara Merdeka, Dr. Sri Syamsiyah menerima hasil ujian terbuka promosi doktor dari ketua Dewan Penguji, Prof. Dr. Ahmad Yunus, di UNS/visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Kompetensi komunikasi wartawan,  merupakan hal penting agar wartawan bisa menjalankan peran dan tugas dengan baik.

Namun, sejauh ini belum banyak penelitian yang membahas bagaimana proses pembentukan kompetensi.

Wartawan Suara Merdeka Semarang, yang juga sebagai dosen di Universitas Semarang (USM), Dr. Sri Syamsiyah Lestari Syafiie, mengungkapkan masalah itu dalam ujian terbuka promosi doktor di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (15/11/2022).

Dalam disertasi berjudul “Morfologi Budaya Jurnalisme: Pembentukan Kompetensi Komunikasi pada Wartawan”, yang dipertahankan di depan dewan penguji yang diketuai Prof. Dr. Ahmad Yunus, Dr. Sri Syamsiyah, menyebutkan, sejumlah penelitian tentang kompetensi wartawan yang sudah dilakukan lebih banyak melihat jenis kompetensi dan kompetensi dalam suatu konteks tertentu.

“Kompetensi komunikasi bukan hanya pada kemampuan, namun lebih dari itu yang merujuk pada skill, attitudes, ciri-ciri kepribadian dan juga pengetahuan. Hal itu berarti kompetensi komunikasi wartawan tidak hanya pada aspek praktik jurnalistik, tetapi juga pada aspek nilai jurnalisme,” katanya.

Kompetensi wartawan, menurut Sri Syamsiyah, tumbuh melalui proses pembentukan budaya jurnalisme yang terdiri nilai jurnalisme dan praktik jurnalistik yang dia sebut morfologi budaya jurnalisme.

Penelitian tentang kompetensi wartawan yang tumbuh melalui proses pembentukan budaya jurnalisme, dia pandang sangat penting agar bisa mendapatkan wartawan-wartawan profesional yang kompeten.

“Apalagi di tengah membeludaknya arus informasi akibat perkembangan teknologi internet yang memunculkan media sosial, informasi bahkan cenderung overload. Dalam situasi seperti ini, wartawan diharapkan memiliki kompetensi komunikasi sehingga tetap tegak menjalankan profesinya berpedoman pada nilai-nilai jurnalisme,” tandasnya.

Dr. Sri Syamsiyah yang di Harian Suara Merdeka sebagai kepala desk EM, melakukan penelitian terhadap cara menulis berita para wartawan di  Yogyakarta yang berbeda dengan wartawan Medan, Jakarta dan Semarang.

Baca Juga :  Penyanyi Yopie Latul, Pembawa Poco-Poco Rasa 'House Music' Itu Kini Telah Tiada

“Kompetensi komunikasi juga dibentuk dari budaya dimana wartawan dan media itu hidup. Budaya di masyarakat memberikan spirit nilai untuk pemaknaan atas peran wartawan dan akan membentuk kompetensi teknis berupa cara berkomunikasi yang berbeda-beda di setiap daerah. Sehingga masing-masing memiliki kekhasan tersendiri,’’ ujar Dr. Sri Syamsiyah yang dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

FIFGROUP Serahkan Bantuan Sosial kepada Perwakilan Lima Agama di Kota Semarang

Sel Nov 15 , 2022
Silahkan bagikan Dalam rangkaian penyelenggaraan Rapat Pimpinan (Rapim) FIFGROUP 2023 dengan tema “Level Up The Race Empower Collaboration For Sustainability Business Excellence”, FIFGROUP kembali memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. FIFGROUP menyerahkan bantuan sosial total sebesar Rp165 juta kepada perwakilan 5 rumah ibadah dari 5 agama yang ada di Kota Semarang […]