Penerimaan Pajak di Kanwil DJP Jawa Tengah II Terkontraksi Akibat Pandemi

Editor :
Suasana jumpa pers secara virtual Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II./visi.news/istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Penerimaan pajak yang dihimpun Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II, melalui 12 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama, yaitu Kota Solo, Purwokerto, Kebumen, Purworejo, Cilacap, Purbalingga, Magelang, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten dan Temanggung, di tahun 2020 mengalami kontraksi cukup dalam.

Penyebabnya, terutama selama pandemi Covid 19 yang berdampak pada pelambatan ekonomi dan adanya kebijakan insentif pajak.

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah II, Rudy Gunawan Bastari, menyampaikan hal itu kepada wartawan di Solo, dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (21/1/2021).

Dia didampingi Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Kanwil DJP Jawa Tengah II, Handayani,
dan Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan, Gunung Herminto, menjelaskan tentang penerimaan pajak tahun 2020 di Kanwil DJP Jawa Tengah II.

“Sepanjang tahun 2020, terdapat
18.859 permohonan insentif yang diajukan ke Kanwil DJP Jawa Tengah II, berupa insentif PPh 21 DTP, PPh 22 Impor, PPh 25 dan PPh Final PP23. Total realisasi insentif yang diterima Kanwil DJP Jawa Tengah II sebesar Rp 293,5 miliar, dengan realisasi terbesar adalah insentif PPh Pasal 25 sebesar
Rp 140,489 miliar,” ujar Rudy Gunawan Bastari.

Dari segi penyampaian SPT tahunan, menurut Rudy, wajib pajak. (WP) yang telah melaporkan SPT tahunan
pada 2020 tercatat sebanyak 805.386 SPT atau sebesar 100.86 persen dari target sebanyak 798.535 SPT.

Di awal tahun 2021 ini, Kanwil DJP Jawa Tengah II menghimbau para WP agar segera memroses kewajiban pelaporan SPT tahunan tepat waktu, melalui e-Filing di laman www.pajak.go.id.

Menyinggung penerimaan pajak, kepala Kanwil DJP Jawa Tengah II, menyebutkan, sampai tanggal 31 Desember 2020 total pajak yang diterima Kanwil DJP Jawa Tengah II mencapai Rp.10,567 triliun atau sebesar 86,73 persen dari target sebesar Rp.12,183 triliun.

Baca Juga :  TAUSIAH: Jangan Terpikat Orang Kafir yang Mengingkari Hari Kiamat

Capaian tersebut, disebabkan penerimaan di Kanwil DJP Jawa Tengah II mengalami pertumbuhan netto sebesar minus 16,50 persen dibanding penerimaan tahun sebelumnya.

“Di tengah kondisi yang penuh tantangan dengan adanya pandemi Covid-19, Kanwil DJP Jawa Tengah II berusaha semaksimal mungkin agar dapat memenuhi target
penerimaan yang ditetapkan pemerintah,” tandasnya.

Realisasi penerimaan pajak di KPP
Pratama wilayah Kanwil DJP Jawa Tengah II dengan persentase tertinggi adalah KPP Pratama Purwokerto, sebesar Rp 943.973.923.302,- atau 95,71 persen dari target Rp 986.278.258.000, -. Di peringkat kedua, KPP Pratama Karanganyar sebesar Rp 1.954.064.074.580 – atau 95,07 persen dari target Rp 2.055.337.578.000,- dan peringkat ketiga KPP Pratama Magelang Rp 688.593.901.806, –  atau 89,14 persen dari target Rp 772.494.873.000, -.

Kanwil DJP Jawa Tengah II, sambung Rudy, pada tahun 2021 berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, di antaranya melalui upaya memperoleh predikat “Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi” sebagai komitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada pemangku kepentingan. Dia menegaskan, akan tetap berkomitmen  meningkatkan kinerja Kanwil
DJP Jawa Tengah II di tahun 2021, dengan mengoptimalkan pemanfaatan data dan informasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait dan para
stakeholder melalui program collaboration compliance. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gubernur Jabar Ajak Warga Tasik Disiplin Terapkan Prokes

Kam Jan 21 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya untuk intens meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), terutama memakai masker dan menjaga jarak. Sebab, kata Kang Emil, kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan prokes amat penting untuk mencegah penularan Covid-19, khususnya di ruang publik. “Dari […]