VISI.NEWS – Membuka kembali objek wisata konsekuensinya harus melaksanakan protokol kesehatan sebagai langkah pengamanan agar terhindar dari ancaman covid-19. Menerapkan protokol kesehatan, menurut anggota DPRD dari Fraksi PKS, H. Irwan Abu Bakar, protokol kesehatan merupakan sesuatu yang tak bisa ditawar.
Alasan Irwan, dengan protokol kesehatan besar kemungkinan bisa memutus mata rantai covid-19. Apalagi di objek wisata yang berorientasi untuk perputaran ekonomi di masa pandemi, sebab kalau terus ditutup akan berdampak pada perkenomian masyarakat kecil yang memanfaatkan objek wisata sebagai mata pencahariannya.
“Perlu diketahui oleh masyarakat, kalau pemerintah tidak punya kemampuan dana untuk terus menerus memberikan subsidi tunjangan hidup kepada masyarakat kecil. Walaupun itu sudah menjadi kewajibannya, tapi keterbatasan anggaran akan berpengaruh juga,” katanya via telpon seluler, Minggu (14/6/2020).
Ia berhara, Pemkab Bandung bisa tegas dalam memberikan sanksi bagi objek wisata yang melanggar protokol kesehatan. Dia juga setuju penutupan objek wisata yang nakal dan tidak mematuhi aturan pemerintah. Tujuannya, lanjut dia, ada efek jera bagi semua pengelola dan penutupan itu sesuai dengan tupoksi pemerintah.
Ikhtiar atau usaha maksimal bentuk pencegahan penyebaran covid-19, menurut dia, antara lain dengan menyediakan hand sanitzer, pemakaian masker, dan pengecekan suhu, mengurangi kontak fisik dengan orang lain, menjaga jarak sosial, danmenghindari kerumunan.
“Kalau perlu, Pemkab Bandung meminta pengelola objek wisata membuat surat pernyataan kesanggupan mematuhi protokol kesehatan dan menerima konsekuensinya bila terjadi pelanggaran,” ujarnya.
Dengan poin-poin sebagai berikut, lanjutnya, bersedia melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19 saat menjalankan aktivitas. Bersedia menyediakan sarana dan prasarana yang wajib berkaitan dengan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekitarnya. Juga bersedia dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan jika terbukti melanggar Protokol Kesehatan penanganan covid 19. @qia