Search
Close this search box.

Pengelolaan Sampah Laga Persib vs PSBS: Hebat, 4,8 Ton Berhasil Dikelola

pengelolaan sampah laga Persib vs PSBS
Tim pengelola bersama bobotoh sedang mengumpulkan sampah secara terpisah usai laga Persib vs PSBS di Stadion Gelora Bandung Lautan Api./visi.news/Persib.co.id.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pengelolaan sampah laga Persib vs PSBS di Stadion GBLA berhasil menangani 4,8 ton sampah. Program ini menunjukkan komitmen Persib Bandung terhadap lingkungan dan budaya bersih di stadion, sekaligus mengajak bobotoh untuk berperan aktif dalam pengelolaan limbah pertandingan.

Pengelolaan Sampah Laga Persib vs PSBS di GBLA

Pertandingan Persib Bandung melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (25/1/2026), bukan hanya menarik perhatian penggemar sepak bola, tetapi juga menjadi momen penting dalam penerapan pengelolaan sampah laga Persib vs PSBS. Total 4,895 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan diolah secara profesional.

Kolaborasi antara Persib dan Jubelo, mitra pengelolaan sampah resmi, memastikan sistem ‘zero waste to landfill’ diterapkan. Artinya, sebagian besar sampah tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi diolah menjadi kompos, pakan maggot, atau bahan daur ulang.

Rincian pengelolaan menunjukkan:

– 1,555 kg sampah organik diolah menjadi pupuk dan pakan maggot

– 1,958 kg sampah anorganik dikirim ke fasilitas daur ulang

– 1,382 kg residu diproses sesuai prosedur ramah lingkungan

Dampak Positif Pengelolaan Sampah Laga Persib vs PSBS

Penerapan pengelolaan sampah laga Persib vs PSBS tidak hanya menjaga kebersihan stadion, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, stadion GBLA tetap nyaman, aman, dan sehat bagi pemain maupun penonton.

Selain itu, program ini mengajarkan bobotoh suporter setia Persib untuk memiliki kesadaran lingkungan. Mereka aktif berpartisipasi dalam memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, dan mendukung konsep zero waste di setiap pertandingan.

Menurut Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, kesuksesan program ini membuktikan bahwa olahraga dan aksi lingkungan bisa berjalan bersamaan.

Baca Juga :  Penting! 6 Cara Unduh Kartu UTBK SNBT 2026

“Kami ingin stadion GBLA menjadi contoh, tidak hanya soal prestasi di lapangan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Adhi.

Peran Bobotoh dalam Pengelolaan Sampah Laga Persib vs PSBS

Partisipasi bobotoh menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah laga Persib vs PSBS. Mereka membantu memisahkan sampah organik dan anorganik, mengisi kantong sampah yang telah disediakan, dan memastikan limbah dikelola sesuai kategori.

Keterlibatan suporter tidak hanya meningkatkan efektivitas program, tetapi juga menanamkan budaya peduli lingkungan secara kolektif. Ini sejalan dengan kampanye Persib #JagaGBLAJagaPERSIB yang mengajak bobotoh untuk menjaga stadion tetap bersih dan nyaman.

Konsep ‘Zero Waste to Landfill’ di GBLA

Prinsip zero waste diterapkan secara ketat pada setiap laga kandang Persib, termasuk pertandingan melawan PSBS. Semua sampah dipilah sejak awal:

1. Sampah organik → kompos & pakan maggot

2. Sampah anorganik → dikirim ke pabrik daur ulang

3. Sampah residu → diproses sesuai standar lingkungan

Pendekatan ini membuat hampir seluruh limbah pertandingan dapat dimanfaatkan kembali, meminimalkan limbah ke TPA, dan mengurangi dampak lingkungan jangka panjang.

Tantangan dan Strategi Pengelolaan Sampah

Meskipun sistem berjalan baik, masih ada tantangan, seperti:

– Perubahan perilaku sebagian penonton yang belum terbiasa memisahkan sampah

– Koordinasi antar tim pengelola dan relawan

– Ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai

Namun, keberhasilan pengelolaan sampah laga Persib vs PSBS menunjukkan bahwa dengan kerja sama dan edukasi, stadion dapat menjadi lingkungan yang bersih dan ramah lingkungan.

Harapan ke Depan

Persib berharap program ini terus berlanjut dan menjadi model bagi klub lain di Indonesia. Budaya bersih harus menjadi bagian dari pengalaman menonton sepak bola, bukan hanya program temporer.

Baca Juga :  ASLE 2026 Dibuka, Pembeli Global Serbu Pemasok Asia!

Setiap pertandingan di GBLA diharapkan mampu mengolah lebih banyak sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan. Bobotoh diharapkan menjadi agen perubahan dengan menerapkan kebiasaan ramah lingkungan di stadion dan di kehidupan sehari-hari.

Pengelolaan sampah laga Persib vs PSBS membuktikan bahwa olahraga bisa selaras dengan kepedulian lingkungan. Total 4,8 ton sampah berhasil dikelola dengan baik melalui kolaborasi Persib, Jubelo, dan partisipasi bobotoh. Program ini bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga membentuk budaya sadar lingkungan, sekaligus menjadi contoh bagi klub lain.

Dengan strategi ini, stadion GBLA tidak hanya menjadi tempat pertandingan yang megah, tetapi juga arena pembelajaran untuk menjaga lingkungan. Keberhasilan ini akan terus dikembangkan agar setiap laga kandang Persib menjadi momen edukatif dan ramah lingkungan. @desi

Baca Juga:

Lebih dari 4,8 Ton Sampah Dikelola pada Laga PERSIB vs PSBS di GBLA

Baca Berita Menarik Lainnya :