Penghapusan Golongan Listrik 450 VA Bakal Bebani Rakyat Kecil

Editor Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto./via dpr.go.id/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Wacana penghapusan golongan pengguna listrik 450 VA dinilai hanya akan menambah beban rakyat. Karenanya wacana yang disampaikan pemerintah harus ditolak.

Sebaiknya, pemerintah berhati-hati mengambil kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat kecil.

Demikian ditegaskan Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto dalam siaran persnya seperti dilansir laman Parlementaria , Sabtu (17/9/2022).

“Kami dari Fraksi PKS menolak wacana penghapusan golongan listrik 450 VA, karena ini akan menambah beban rakyat kecil. Jangan karena kesalahan pemerintah dalam merencanakan kebutuhan listrik ditimpakan kepada rakyat kecil. Apalagi, saat ini masyarakat sedang sulit karena pandemi Covid-19 yang belum usai, kenaikan harga BBM bersubsidi, serta kenaikan harga komoditas lain akibat kenaikan BBM,” tegasnya.

Rofik mengingatkan pemerintah agar hati-hati dalam mengambil kebijakan mengatasi surplus listrik ( over supply ) PLN. Jangan sampai rakyat kecil terus menjadi korban.

Ada sekitar 24 juta pelanggan listrik yang berada di daya 450 VA, tetapi hanya 9,55 juta yang masuk data terpadu kementerian sosial (DTKS). Berarti ada sekitar 14,75 juta pelanggan yang tidak masuk DTKS. DTKS jadi keniscayaan untuk diperbaiki.

Masalah kelistrikan di Indonesia sangat kompleks. Tidak hanya soal subsidi dan pengguna daya 450 VA. Tapi, ada jutaan rakyat kecil di berbagai daerah yang belum menerima akses listrik.

Padahal, negeri ini sudah 77 tahun merdeka. Menurut data PLN sendiri, lanjut Rofik, tercatat sebanyak 4.700 Desa di wilayah terluar, terdepan, tertinggal (3T) belum menikmati listrik.

Hal tersebut sangat mendasar karena listrik itu hak rakyat. Dan negara wajib memenuhinya.

“Pelanggan golongan 450 VA tetap relevan selama masih ada daerah yang belum teraliri listrik ini. Kan, enggak mungkin pelanggan baru di daerah ini langsung dikasih ke golongan 900 VA,” tutup legislator Jateng VII tersebut. @fen

Baca Juga :  Legislator Apresiasi Penghapusan Tes Mata Pelajaran pada Ujian Masuk SBMPTN

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

14 Tewas dalam Musibah Bencana Tanah Longsor di Nepal

Ming Sep 18 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS – NEPAL – Tanah longsor yang disebabkan oleh hujan lebat menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai tujuh lainnya di Nepal barat. Sementara petugas penyelamat terus mencari untuk menemukan 10 lainnya yang hilang. Seorang juru bicara kepolisian Nepal, mengatakan, tim penyelamat mengeluarkan korban tewas dan luka-luka dari reruntuhan lima […]