Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin Sudah Obati Ribuan Pasien Penyakit Dalam dari Tahun 1988

Editor :
Tempat pengobatan tradisional Ny. Djamilah Najmuddin di Jl. Babakan Ciparay No. 28 Bandung. / visi.news/iqbal.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pengobatan tradisional Ny. Djamilah Najmuddin  berdiri sejak tahun 1988 di Jl. Pagarsih Gg. Pesantren no. 144 Bandung oleh Drs. H.Cecep Najmuddin  (Alm) & Ny. Djamilah Najmuddin (Alm). Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya pasien pada tahun 1995 tempat pengobatan saat ini berpindah alamat di Jl. Babakan Ciparay No. 28 Bandung.

Menurut anak Kedua dari pasangan Drs. H.Cecep Najmuddin  (Alm) & Ny. Djamilah Najmuddin (Alm), Muhammad Iqbal S.H, sekaligus penerus pengobatan tradisonal tersebut mengatakan jika tempat pengobatan ini berdiri sejak 35 tahun yang lalu oleh orangtuanya di tempat sebelumnya Jl. Pagarsih Gg. Pesantren No. 144 Bandung. Dia juga mengatakan belajar ilmu pengobatan tradisional di Negara Cina selama kurang lebih Satu tahun dan itu mencakup semua penyakit, agar bisa memahami pengobatan penyakit-penyakit seperti yang dilakukan orangtuanya dulu.

Muhammad Iqbal S.H, penerus pengobatan tradisional Ny. Djamilah Najmuddin yang sebelumnya dijalankan oleh orangtuanya. /visi.news/iqbal.

Kebanyakan pasien, lanjut Iqbal, yang datang ke tempat tersebut dengan keluhan atau penyakit dalam seperti liver, masalah pencernaan, ginjal, diabetes, hepatitis dan penyakit menular seksual (PMS).

“ Pengobatan berdiri sudah 35 tahun yang lalu, dulu dijalankan oleh orangtua saya Drs. H.Cecep Najmuddin  (Alm) & Ny. Djamilah Najmuddin (Alm), allhamdulilah sudah berhasil mengobati ribuan pasien terutama dengan penyakit dalam,” katanya kepada VISI.NEWS, Senin (20/6/21).

“ Yang paling banyak itu pasien penderita penyakir penyakit menular seksual seperti herves, simpleks virus, dan human papillomavirus atau kanker serviks. Allhamdulilah kita bisa mengobatinya sampai negative, begitu juga dengan hepatitis B,” tambahnya.

Mayoritas pasien berasal dari luar kota, luar pulau Jawa bahkan luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, namun saat awal pandemi Covid 19 pada Maret 2020 dengan pembatasan bepergian pasien yang dari luar pulau hanya konsultasi via daring atau kita bisa kirimkan ramuan obat jika habis via ekspedisi.

Baca Juga :  KH Bunyamin Ruhiat Apresiasi Kemenag Keluarkan Protokol Kesehatan Pesantren

Untuk sekarang hanya pasien yang berdomisili area Jawa Barat dan Jabodetabek saja yang kontrol ke tempat pengobatan tradisional miliknya.

“ Justru mayoritas pasien kita itu dari luar kota, dari dalam kota ada juga hanya kebanyakan dari luar kota, luar pulau Jawa seperti Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi itu banyak sekali saat sebelum pandemi Covid 19,” ungkapnya.

“ Untuk saat ini dengan pembatasan bepergian yang ketat, mungkin hanya pasien yang berdomisi dari Jawa Barat dan Jabodetabek saja yang datang ke tempat kami,” tutur Iqbal.

Iqbal menjelaskan semua pasien dengan penyakit apapun di obati terlebih dahulu bagian pencernaannya, jika penceranaan sehat otomatis metabolisme tubuhnya sehat dan imunitas tubuhnya pun sehat. Selain itu obat-obatan atau ramuan dari pengobatan tradisionalnya murni racikan sendiri dengan bahan-bahan herbal tanpa bahan kimia.

“ Jika dia sakit liver, diabetes, ginjal ataupun sakit yang diakibatkan oleh virus yang pertama kita tangani pasti pencernaannya dulu, karena semua butuh obat, jika pencernaannya bagus pasti obatnya dicerna oleh tubuh Insyallah pengobatannya berhasil. Jadi pengobatan pencernaan itu basicnya, pondasi dasarnya sebelum kita mengobati yang lain makanya saat datang kesini welcome drink pasien langsung di kasih obat pencernaan,” jelasnya.

Obat atau Ramuan Tidak Dijual Bebas

Ramuan atau obat-obatan yang di racik sendiri oleh Pengobatan tradisional Ny. Djamilah Najmuddin tidak dijual bebas hanya untuk pasien kalangan tersendiri dan sudah mendapat ijin dari Dinas Kesehatan.

Selain itu, Muhammad Iqbal S.H selaku penerus pengobatan tersebut menjelaskan jika pengobatan miliknya bukan seperti pabrik obat yang menjual bebas ramuannya, justru untuk mengedukasi kepada pasien yang datang tahapan-tahapan apa saja yang harus dilakukan pasien agar segera pulih dari penyakitnya selain hanya meminum obat saja.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kab. Bandung Kunjungi Ponpes Al-Mu'minun di Kelurahan Wargamekar

“ Ijin kita sudah ada dari Dinas Kesehatan, kalo dari BPOM itu jika kita ingin menjual bebas obat ke umum seperti apotek, minimarket atau warung-warung kecil. Tujuannya jika pasien dating kemari kita bisa mengedukasi juga agar segera sembuh, jadi kita bukan jualan obat,” kata Iqbal kepada VISI.NEWS, Senin (20/6/21).

Jadi bila anda mempunyai keluhan penyakit dalam seperti penyakit lambung, liver, ginjal, penyakit menular seksual, apapun yang berkaitan dengan penyakit dalam bisa datang ke Pengobatan tradisional Ny. Djamilah Najmuddin  di Jl. Babakan Ciparay No. 28 Bandung. @jhon

Mohammad Iqbal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kabar Duka : Vokalis Steven & Coconut Treez, Steven Nugraha Kaligis Meninggal Dunia

Sel Jun 22 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Artis musik Steven Nugraha Kaligis atau Tepeng meninggal dunia pada hari ini, Selasa (22/6/2021). Kabar meninggalnya vokalis Steven & Coconut Treez ini disampaikan oleh rekan musiknya, Sandy Pas Band. Sandy Pas Band mengunggah sebuah foto berisi ucapan rasa duka dengan latar […]