Pengurus PD GNPK RI Kuningan Dilantik, Prof. Makhmud Bicara Korupsi dalam Perspektif Islam

Editor Pembina Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Jawa Barat Prof. Dr. H. Makhmud Syafei, M.A., M.Pd.I., saat menjadi pembicara pada pelantikan dan pengambilan sumpah Pimpinan Daerah (PD) GNPK RI Kabupaten Kuningan, Jumat (5/11/2021). /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | KUNINGAN – Islam sebagai Agama “Rahmatan Lil-Alamin, yang berpedoman pada Wahyu Allah SWT ialah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul (Al-Hadits), memberikan penjelasan atas perbuatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Dengan sangat jelas, bahwa KKN dilarang oleh Allah SWT. Ketiga tindakan itu sama dengan mencuri, harus dihukum sebagaimana hukuman yang dijatuhkan kepada pencuri,” ungkap Pembina Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Jawa Barat Prof. Dr. H. Makhmud Syafei, M.A., M.Pd.I., saat menjadi pembicara pada pelantikan dan pengambilan sumpah Pimpinan Daerah (PD) GNPK RI Kabupaten Kuningan, Jumat (5/11/2021).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum GNPK RI H.M. Basri Utomo AS, S.E., S.Ip, Ketua PW GNPK RI Jawa Barat Nana S. Hadiwinata, dan jajaran PD GNPK RI Kabupaten Kuningan.

Lebih lanjut dikatakan Prof. Makhmud, penjelasan sebagaimana dikemukakannya tentang larangan KKN itu terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Diantaranya QS. An-Nisa’ Ayat 29 “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu”.

Foto bersama seusai pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus PD GNPK RI Kabupaten Kuningan, Jumat (5/11/2021). /visi.news/ist

Selain itu, kata Prof Makhmud juga terdapat dalam QS. Al-Anfal Ayat 27 yang artinya
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” serta dalam
QS. Al-Ma’idah Ayat 38 yang artinya “Laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha perkasa dan Maha bijaksan”. Dan dalam QS. Al-Baqarah Ayat 188 yang artinya “Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui”.

Baca Juga :  Amnesty : 100 Pekerja Stadion Piala Dunia di Qatar Tak Dibayar

Islam sebagai agama yang sangat memperhatikan kebersihan jasmani dan rohani, kata Makhmud, juga mengatur hubungan sesame manusia dengan menjaga hubungan harmonis, saling menjaga untuk tidak mengambil Hak orang lain, kecuali dengan cara-cara yang benar (Al-Haq), bukan dengan cara-cara yang salah (Bathil).

“Perkara-perkara yang bathil seperti KKN, dipersamakan dengan mencuri, maka dengan kadar
pencurian tertentu, hukumnya dipotong kedua belah tangannya. Perbuatan suap menyuap dalam perkara pengadilan, untuk meringankan hukuman atau menguntungkan penyuap, maka baik yang memberi suap maupun yang menerima suap serta perantaranya akan dilaknat Allah SWT,” ungkapnya.

Hakim, kata Prof Makhmud, seharusnya bisa berlaku adil dan menjaga amanat, jangan sampai berkhianat kepada pemberi amanat dan kepada Allah SWT dan
Rasulullah SAW. Padahal Hakim mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah.

“Hakim hendaknya berlaku Adil, karena Adil adalah wijud dari Taqwa. Bukankan Hakim telah disumpah sebagai pejabat, dengan sumpah jabatan berdasarkan KetuhananYang Maha Esa, dan menyatakan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah Subhanahu Wata’ala)?,’ kata Makhmud.

Allah SWT, katanya, berfirman, “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah,
menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“. (Al Quran surat Al Ma’idah ayat 8).

Korupsi dalam Hadist

Prof Makhmud juga mengungkapkan, bahwa keterangan tentang larangan melakukan tindak pidana korupsi juga terdapat dalam berbagai hadist Nabi SAW. Misalnya dalam musnad Ibn Hanbal, jilid. 5, halaman 279 yang artinya, “Telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin ‘Amir telah bercerita kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyasy dari Laits dari Abu Al Khoththob dari Abu Zur’ah dari Tsauban berkata; Rasulullah Salallahu’alaihiwasallam melaknat orang yang menyuap, yang disuap dan perantaranya (broker, makelar).”

Baca Juga :  Kades di Garut Terdakwa Korupsi Menghilang, Pengadilan Tipikor Bandung Putuskan 6 Tahun Penjara

Sedangkan dalam riwayat Imam Bukhari Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Syu’bah ia berkata; telah mengabarkan kepadaku Adi bin Tsabit ia berkata; Aku mendengar Abdullah bin Yazid dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau melarang nuhbah (harta rampokan) dan perbuatan mutilasi”.

“Sedangkan dalam riwayat Imam At-Turmudzi, Nabi SAW bersabda yang artinya, ‘Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Al Harits bin Abdurrahman dari Abu Salamah dari Abdullah bin ‘Amru ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang memberi uang sogokan dan orang yang menerimanya”.

Susunan Pengurus PD GNPK RI Kabupaten Kuningan Periode 2021-2026

I. Pembina :

H. Maman Kusna Indra Kusumah
Drs. H. Dadang Supardan, M.Si.
DR. Diding Rahmat, S.H.,M.H.

II. Pengawas :

H. Abung
Drs. H. Anwarudin Yusup, M.Si.
Drs. Teguh Priyono, M.B.A.

III. Pengurus :
Ketua : Agus Wardono, S.E., M.B.A.
Wakil Ketua : Drs. Ipik Taufik
Sekretaris : Drs. Yayat Supriatna, M.M. Wakil Sekretaris : Oman Aroma, M.Pd.I.
Bendahara : Asep Saepudin, M.Pd.I.
Wakil Bendahara : Drs. Dudung Dulhalim

IV. Bidang-bidang :

A. Bidang Pengaduan Masyarakat :
1. Nurudin Lan Saputra
2. Wawan Anwasi, M.Pd.I.
3. Sobarudin, M.Pd.I

B. Bidang Pengawasan Internal :
1. Drs. Oha Abdul Haq
2. A. Munir
3. Ir. Wahyudin

C. Bidang Humas & Antar Lembaga
1. Aang Taofik, M.Pd.
2. Cecep Ade Sumantri, M.Pd.I.
3. Febi Nurjaman, S.Pd.

D. Bidang DIKLATSUS & Peningkatan SDM :
1. Rohimin, M.Pd.I.
2. Ir. Sohibul Pachroj
3. H. Dedi Hidayat, M.Pd.

E. Bidang Media & Teknologi Informasi
1. Drs. Asep Saepullah
2. Faisal Taufik
3. Kosman T., S.Pd.,M.Si.

Baca Juga :  Diam-diam, Demokrat Mendekati KH Asep Maosul Affandy

F. Bidang Advokasi & Perlindungan Hukum :
1. A Jasrawan, S.H.
2. R. Wahyudi, S.H.
3. Muslim, M.Pd.I.

G. Bidang Sosialisasi Pencegahan Tipikor :
1. Beni Baeturohman, S.H.
2. Otong Nuryadin, S.Pd.I.
3. Nono Sodikin, S.Pd.

H. Bidang Investigasi & Klarifikasi :
1. Jaenal Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I.
2. Abdul Holik, S.Pd.
3. H. Uu Nursamsu, M.Pd

I. Bidang Pengamanan Khusus :
1. Komarudin, S.Pd.
2. Agus Mudhorim, S.Pd.
3. Drs. Ramdon

@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mahasiswi Diduga Korban Pelecehan Oknum Dosen, DP3A Siap Beri Pendampingan

Jum Nov 5 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | RIAU – Video pengakuan seorang mahasiswi diduga mendapat pelecehan seksual oknum dosen pembimbing skripsi viral di media sosial pada Kamis (4/11/2021). Dalam video tersebut, sang mahasiswi mengaku dipegang dan dicium usai dirinya menemui oknum dosen yang juga dekan di salah satu kampus ternama di Riau. Terkait itu, […]