Penjualan Kopi Khas Garut Alami Pasang Surut

Editor 1 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga./visi.news/zaahwan aries
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Di era pandemi Covid-19, penjualan kopi khas Garut mengalami penurunan drastis. Namun, sebaliknya di masa new normal, justru meningkat signifikan.

Di sisi lain, jenis kopi khas Garut penikmatnya tersebar di sejumlah kota besar, seperti Bandung, Jakarta, dan kota-kota lainnya di Indonesia bahkan mancanegara.

Menggeliatnya kembali tingkat penjualan kopi Garut, diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga.

Dikatakannya, meningkatnya permintaan diawali dari kafe-kafe kopi, baik di wilayah Garut ataupun luar daerah.

“Alhamdulillah, masa new normal tingkat penjualan kopi mulai menggeliat kembali. Pemasaran kopi Garut, bukan hanya di pasar lokal juga sejumlah kota besar, seperti Jakarta dan Bandung,” ujar Beni di sebuah gerai kopi di Garut Kota, Minggu (19/7).

Menurut Beni, saat ini Dinas Pertanian Garut terus berupaya mengembangkan sektor produk kopi agar kembali bangkit. Selama pandemi Covid-19, pemasaran kopi Garut mentok karena banyaknya kafe yang tutup.

Dalam upaya lebih mempromosikan kopi Garut, tutur Beni, pihaknya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dusperindag) Garut.

“Dengan gencarnya promosi, diharapkan tingkat penjualan kopi Garut terus naik,”kata Beni.

Dikatakannya, salah satu jenis kopi Garut yang selama ini paling banyak digemari adalah kopi arabika. Dalam situasi normal, penjualan kopi arabika mencapai 3 ton per bulan.

“Ini jauh berbeda saat pandemi Covid-19 yang hanya 5 kuintal saja per bulan, ” ungkapnya.

Beni mengatakan, setiap bulannya Kabupaten Garut mampu memproduksi berbagai jenis kopi sebanyak 4.000 ton. Penjualannya, selain di pasar lokal juga kota kota besar seluruh Indonesia, bahkan pasar ekspor sekalipun.

Dijelaskan, dalam menjaga kualitas serta memiliki nilai jual tinggi, pihaknya melakukan terobosan baru, seperti pengolahan di tingkat bawah, yakni para petani, hingga mereka bisa merasakan keuntungan besar.

Baca Juga :  Guardiola Minta Bantuan Xavi, Madrid Yakin ke Final Liga Champions

“Selama ini kopi dari Garut dijual dalam bentuk cherry, harganya pun tak terlalu tinggi,” kata Beni.

Lain halnya, jelas Beni, jika diolah terlebih dahulu. Ini akan membawa kenaikan harga di pasar. Yang artinya petani bisa lebih diuntungkan.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

One thought on “Penjualan Kopi Khas Garut Alami Pasang Surut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Uben Yunara: Ekonomi Para Buruh Semakin Terpuruk

Sen Jul 20 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dampak pandemi Covid-19 yang berimbas pada terpuruknya sektor ekonomi, khususnya sektor industri mengakibatkan ribuan buruh terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan setiap hari ada saja para buruh yang menjadi korban PHK dari tempat kerjanya. “Saat ini saja sudah ada 13.000 buruh yang memberikan kuasa kepada kita […]