VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Camat Majalaya, Rofiran, memiliki program inovasi sebagai terobosan untuk penurunan angka stunting di wilayah kerjanya di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung.
Program inovasi yang diinisiasi Camat Majalaya ini adalah Majalaya Peduli Tanggap Atasi Penurunan Stunting atau Majalaya PENTAS.
“Program inovasi Majalaya PENTAS ini dengan sasaran 71 orang yang tercatat dalam data base berdasarkan hasil pendataan di lapangan,” kata Camat Rofiran di Kantor Kecamatan Majalaya, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, 71 orang yang menjadi sasaran program inovasi Majalaya PENTAS ini adalah yang terindikasi beresiko stunting. Baik itu bayi baru lahir atau balita beresiko stunting, selain sasaran ibu hamil dalam pencegahan stunting.
“71 orang yang menjadi sasaran program inovasi Majalaya PENTAS ini adalah menjadi bagian dari program ASN menjadi bapa dan ibu asuh balita terindikasi beresiko stunting. Hal ini untuk menindaklanjuti program dan kebijakan Pak Bupati Bandung Dadang Supriatna, bahwa setiap ASN di lingkungan Pemkab Bandung harus menjadi bapa dan ibu asuh balita beresiko stunting, selain ibu hamil,” tuturnya.
Camat Rofiran mengatakan bahwa untuk melaksanakan kebijakan Bupati Bandung itu, melalui anggaran swadaya dari masing-masing ASN di Kecamatan Majalaya.
“Anggaran swadaya ini di antaranya untuk pembelian pengadaan barang berupa telur yang nantinya didistribusikan kepada anak yang baru lahir atau balita, serta ibu hamil dalam upaya pencegahan sekaligus penurunan stunting di Kecamatan Majalaya. Sejalan dengan program ini, kita juga terus memantau perkembangannya di 71 orang yang menjadi sasaran program inovasi Majalaya PENTAS tersebut,” ujarnya.
Camat Majalaya mengatakan program ASN nyaah ke warganya ini dengan sasaran para penerima manfaatnya adalah yang belum tersentuh program pemerintah.
“Baik dari bantuan sosial, program keluarga harapan, bantuan langsung maupun program pemerintah lainnya,” katanya.
Rofiran berharap melalui program pemberian makanan tambahan berupa telur kepada puluhan warga yang terindikasi beresiko stunting itu, dalam upaya penurunan prevalensi stunting di Kecamatan Majalaya khususnya, umumnya di Kabupaten Bandung.
“Program penurunan stunting ini sesuai dengan harapan Pak Bupati Bandung sebagaimana disampaikan dalam berbagai kegiatan,” katanya.
Untuk itu, Rofiran terus menerus turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan program inovasi Majalaya PENTAS. Upaya yang dilakukannya dengan cara melakukan kunjungan ke Posyandu di mana sedang dilakukan penimbangan bayi dan pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil maupun balita. @kos