VISI.NEWS | BANDUNG – Kanker kolorektal, yang menyerang usus besar dan rektum, kini semakin banyak ditemukan pada generasi muda, termasuk Generasi Z. Menurut dr. Sulpiana, M.Biomed, dosen Fakultas Kedokteran IPB University, faktor genetik serta gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu utama meningkatnya kasus ini.
Meski riwayat keluarga meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kolorektal, kebiasaan sehari-hari juga memiliki dampak besar. Kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta rendahnya konsumsi serat dan tingginya konsumsi lemak menjadi faktor utama pemicu penyakit ini.
Tanda-Tanda Kanker Kolorektal
Kanker kolorektal sering berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal. Namun, beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:
1. Perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit yang terus-menerus).
2. Darah dalam feses.
3. Nyeri atau kram perut berkepanjangan.
4. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
5. Rasa lelah berlebihan.
Jika mengalami gejala tersebut, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis.
Cara Mencegah Kanker Kolorektal
Sebagai langkah pencegahan, dr. Sulpiana menyarankan skrining kolonoskopi sebelum usia 40 tahun, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker kolorektal atau memiliki Irritable Bowel Syndrome (IBS). Selain itu, beberapa langkah berikut dapat menurunkan risiko kanker ini:
- Perbanyak konsumsi serat dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
- Kurangi daging merah dan makanan olahan yang tinggi lemak jenuh.
- Lakukan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga berat badan ideal dan kesehatan usus.
- Jaga keseimbangan nutrisi dengan memperhatikan asupan makanan sehat setiap hari.
Menurut dr. Sulpiana, kesehatan usus sangat bergantung pada gaya hidup. Oleh karena itu, perubahan pola makan dan kebiasaan hidup sehat sejak dini dapat mengurangi risiko kanker kolorektal. @ffr












