Search
Close this search box.

Penyakit yang Mengintai di Musim Hujan

Ilustrasi hujan./visi.news/pixabay

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan pada November 2024. Bahkan, beberapa daerah di Jabodetabek telah merasakan hujan dalam beberapa hari terakhir. Menurut laporan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah barat Sumatra sudah memulai musim hujan lebih awal, yakni sejak Agustus 2024. Musim hujan ini diperkirakan akan terus menyebar ke wilayah timur Indonesia hingga mencapai Desember 2024. Secara keseluruhan, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada Oktober hingga November 2024.

“Puncak musim hujan akan banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2024 di wilayah Indonesia bagian barat dan bulan Januari hingga Februari 2025 untuk wilayah Indonesia timur,” tulis BMKG melalui rilis resminya, dikutip Kamis (7/11/2024).

“Puncak musim tersebut akan sama hingga maju (lebih awal) jika dibandingkan dengan kondisi kebiasaanya,” lanjut laporan tersebut.

Musim hujan yang datang membawa serta sejumlah ancaman penyakit yang dapat mengganggu kesehatan. Selain flu dan demam, ada beberapa penyakit serius yang sering muncul di musim penghujan dan bahkan bisa berujung fatal. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat Indonesia untuk memahami penyakit-penyakit yang biasa mengintai selama musim hujan agar dapat melakukan langkah pencegahan yang tepat.

Berikut adalah beberapa penyakit yang sering ditemukan selama musim hujan, berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan RI:

1. Asma
Asma merupakan gangguan pernapasan yang disebabkan oleh peradangan pada saluran napas, menyebabkan penyempitan saluran napas. Musim hujan yang membawa cuaca dingin dapat memperburuk gejala asma, seperti sesak napas dan batuk, terutama pada malam hari.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)
DBD disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Genangan air yang terjadi selama musim hujan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian, jika tidak ditangani dengan cepat.

Baca Juga :  86 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Berikut Daftar Namanya

3. Leptospirosis
Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri dari hewan yang terkontaminasi urin, seperti tikus. Penyakit ini sering berkembang di daerah yang tergenang air atau memiliki banyak genangan air hujan. Infeksi dapat menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, dan sistem saraf.

4. Malaria
Penyakit malaria, yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles terinfeksi parasit, juga sering meningkat pada musim hujan. Penularan malaria dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan segera, dan dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan kematian.

5. Norovirus
Norovirus adalah virus penyebab flu perut yang dapat menyebar melalui air atau makanan yang terkontaminasi. Meskipun bisa terjadi kapan saja, norovirus lebih berisiko saat musim hujan karena banyaknya makanan dan air yang terkontaminasi.

6. Nyeri Sendi
Bagi penderita arthritis atau peradangan sendi, cuaca dingin dapat memperburuk gejala nyeri sendi. Meskipun hubungan antara cuaca dingin dan nyeri sendi masih belum sepenuhnya jelas, penting untuk menjaga tubuh tetap hangat dan aktif agar gejala tidak memburuk.

7. Serangan Jantung
Pada musim hujan, suhu udara yang lebih dingin dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras. Hal ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, yang dikenal sebagai “silent killer” karena sering kali tanpa gejala yang jelas.

Mengetahui potensi ancaman penyakit selama musim hujan dan mengambil langkah pencegahan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan. @ffr

Baca Berita Menarik Lainnya :