Perkedel Bondon di Stasiun Bandung, Makin Malam Pembelinya Makin Hot

Editor Perkedel bondong di Stasiun Bandung di goreng di atas tungku api, Kamis (21/12/2023) malam. /visi.news/m purnama alam
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Perkedel bondon adalah salah satu kuliner khas Bandung yang telah ada sejak tahun 1980. Perkedel ini terbuat dari kentang, daging, dan bumbu yang digoreng hingga garing di luar dan lembut di dalam. Perkedel bondon menjadi ikon kuliner malam Bandung yang buka mulai pukul 22.30 hingga 02.00 dini hari.

Perkedel bondon berlokasi di Jalan Stasiun Timur Nomor 26, di dalam terminal Stasiun Hall. Meskipun berada di kios sederhana, perkedel bondon selalu ramai oleh pembeli yang rela antre hingga 1-2 jam. Harganya yang terjangkau, hanya Rp2.500 per buah, membuatnya semakin diminati oleh pengunjung dari berbagai kalangan.

Perkedel Bondon di Stasiun Bandung, makin malam makin banyak pengunjung. /visi.news/m purnama alam

Salah satu pembeli yang sudah menjadi pelanggan setia perkedel bondon adalah Rizal, seorang mahasiswa asal Surabaya yang sedang kuliah di Bandung. Ia mengaku sering mampir ke perkedel bondon setelah pulang dari kampus atau nongkrong bersama teman-temannya.

“Perkedel bondon itu enak banget, rasanya gurih dan lembut. Apalagi kalau dimakan pas masih hangat, mantap deh. Saya suka makan perkedel bondon sama sambal dan teh manis. Kalau ke Bandung, saya pasti beli perkedel bondon, nggak pernah bosen,” kata Rizal kepada VISI.NEWS, Kamis (21/12/2023) malam.

Perkedel Bondon. /visi.news/m purnama alam

Sementara itu, pemilik perkedel bondon, Suniarja, mengatakan bahwa resep perkedel bondon adalah warisan dari orang tuanya. Ia mengaku tidak pernah mengubah resep atau bahan-bahan yang digunakan untuk membuat perkedel bondon.

“Perkedel bondon ini resepnya dari dulu, dari orang tua saya. Saya cuma meneruskan usaha mereka. Bahan-bahannya juga sama, kentang, daging, bawang putih, bawang merah, garam, merica, dan telur. Cara membuatnya juga sederhana, kentang direbus, dihaluskan, dicampur dengan daging dan bumbu, dibentuk bulat, lalu digoreng,” jelas Suniarja.

Baca Juga :  Video Pembacokan Sopir Elf di Garut Beredar di Medsos

Suniarja menambahkan bahwa perkedel bondon memiliki cita rasa yang khas dengan bumbu yang kaya akan rempah. Ia mengklaim bahwa perkedel bondon adalah perkedel terenak di Bandung.

“Perkedel bondon ini beda dengan perkedel lainnya, rasanya lebih gurih dan aromanya lebih harum. Bumbunya juga lebih banyak, ada kunyit, ketumbar, kemiri, dan lain-lain. Saya yakin perkedel bondon ini adalah perkedel terenak di Bandung, nggak ada yang bisa menyaingi,” ucap Suniarja dengan percaya diri.

Pembeli perkedel di sini, kata Ibnu, mahasiswa lainnya harus siap antri karena pembelinya semakin malam semakin banyak. “Pembelinya makin malam makin hot. Kita datang, pesan dulu kayak ngantri di dokter gitu, terus dipanggil satu-satu baru boleh bawa perkedelnya,” ungkap Ibnu mahasiswa dari Purworejo yang juga sedang kuliah di Bandung.

Pembeli perkedel Bondon, kata Ibnu, tidak hanya yang makan di tempat tapi banyak juga yang order untuk dibungkus dan makan di rumah. “Enaknya perkedel ini khas karena di goreng dengan tungku kayu. Jadi rasanya beda dengan perkedel yang di goreng dengan kompor gas,” jelas Ibnu.

Perkedel bondon memang telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Bandung yang tetap bertahan dan diminati hingga saat ini. Dengan cita rasa yang menggoda, perkedel bondon di Jalan Stasiun Timur merupakan destinasi wajib bagi pecinta kuliner yang mengunjungi Kota Bandung.

@mp alam

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Di Akhir Program Kerja KORMI Tahun 2023, Duta Olahraga Masyarakat Desa se-Kabupaten Bandung Dilantik

Jum Des 22 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Pada akhir penutupan program kerjanya tahun 2023, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung mempersembahkan para pejuang olahraga masyarakat tingkat desa. Para pejuang olahraga masyarakat itu dinamai Duta Olahraga Masyarakat Desa di 270 desa dan 10 kelurahan di Kabupaten Bandung. “Duta olahraga masyarakat desa […]