Perkuat Quality Assurance, Terhitung 136 Kali KKP Lepas Produk Perikanan dari Lampung ke Pasar Dunia

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) di Lampung terus melakukan penguatan peran sebagai Quality Assurance. Penguatan tersebut meliputi pendampingan dalam penerbitan health certificate atau sertifikat kesehatan ikan, cara karantina ikan yang baik (CKIB), hazard analysis critical control point (HACCP) serta sertifikat yang dibutuhkan sebagai penjaminan kualitas dan mutu produk perikanan. Tujuannya agar produk perikanan Lampung makin mendunia.

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan  (BKIPM) Lampung, Ashari Syarief mengungkapkan, peran tersebut dibuktikan dengan pengiriman udang sebanyak 85 kali selama Februari 2022.

“Sebagai komoditas utama, udang betul-betul kita perhatikan agar semakin diterima di pasar global. Alhamdulillah Februari kemarin kita kirim sampai 85 kali,” kata Ashari di Lampung, Jumat (11/3/2022).

Selain udang, di bulan Februari lalu BKIPM Lampung juga 13 kali mengirim rajungan, 17 kali ikan beku, 7 kali cumi dan 4 kali rumput laut ke pasar internasional. Pengiriman tersebut, kata Ashari, merupakan wujud konkret kehadiran KKP, khususnya BKIPM Lampung dalam mengawal produk perikanan ke mancanegara.

“Kita kawal betul jangan sampai ada penolakan, Alhamdulillah di bulan Januari kemarin semuanya lolos,” terangnya.

Berdasarkan data BKIPM Lampung, produk-produk kelautan dan perikanan ini dikirim ke negara di antaranya Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Belanda, Kanada dan Inggris Raya.

“Dari sebaran 5 negara tujuan dominan sudah terlihat produk perikanan Lampung berhasil menjangkau Eropa, Amerika dan negara maju lainnya,” urai Ashari.

Karenanya, ia menegaskan kesiapannya untuk menjaga tren tersebut dengan memberikan layanan prima dan optimal kepada masyarakat, terutama pelaku usaha. “Saya pastikan layanan BKIPM Lampung 24 X 7 dan bebas pungli,” katanya.

Baca Juga :  Seorang Mahasiswa Purwakarta¬† Gantung Diri di Rumah Kontrakan

Sebelumnya, kinerja BKIPM Lampung mendapat apresiasi dari Anggota Komisi IV DPR RI, Hanan A Rozak. Saat berkunjung ke kantor BKIPM Lampung, Hanan meminta keberlanjutan dan kualitas mutu perikanan dari hulu ke hilir melalui peranan quality assurance dapat terus terjaga. Dengan begitu, ia optimis sektor kelautan dan perikanan bisa menggerakkan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sendiri juga meminta jajarannya, terutama UPT agar bisa menjadi representasi kehadiran negara di daerah. Ia pun meminta UPT untuk memberikan dampak dan manfaat secara langsung ke masyarakat. @alfa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jawab Keresahan Nelayan Natuna, KKP Tegaskan Jaring Tarik Berkantong Beda dengan Cantrang

Ming Mar 13 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)¬† menegaskan jaring tarik berkantong (JTK) berbeda dengan cantrang. Perbedaan mendasar terletak pada bentuk mata jaring bagian kantong. JTK berbentuk persegi (square) mesh, sementara cantrang berbentuk diamond mesh. Perbedaan lain ada pada panjang tali selambar dan tali ris atas. Panjang tali […]