Search
Close this search box.

Persiapan Rahasia Hasbullah Lawan Israel

Tentara Israel duduk di sebuah tank di sisi perbatasan Israel dengan Lebanon, di tengah eskalasi antara Hizbullah dan Israel, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Israel utara, 6 Maret 2026./visi.news/source: Reuters.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok bersenjata Hasbullah dilaporkan telah melakukan persiapan militer secara intensif selama berbulan-bulan untuk menghadapi kemungkinan perang baru dengan Israel. Berbagai sumber yang mengetahui aktivitas internal kelompok tersebut mengungkapkan bahwa Hasbullah telah mengisi kembali persediaan roket dan drone serta memperkuat struktur komando mereka.

Informasi ini muncul setelah konflik besar antara Hasbullah dan Israel pada 2024 yang menyebabkan kerusakan besar di Lebanon selatan dan menewaskan ribuan pejuang kelompok tersebut. Meski mengalami pukulan berat, Hasbullah disebut tidak pernah benar-benar berhenti mempersiapkan diri untuk kemungkinan konfrontasi berikutnya.

Menurut enam sumber yang mengetahui persiapan tersebut, kelompok yang berbasis di Lebanon ini meyakini bahwa perang dengan Israel pada akhirnya tidak dapat dihindari. Bahkan, sebagian pemimpin mereka menilai konflik berikutnya bisa menjadi ancaman eksistensial bagi organisasi tersebut.

Sumber-sumber yang diwawancarai termasuk tiga pihak dari Lebanon yang mendapat pengarahan mengenai aktivitas Hasbullah, dua pejabat asing yang bertugas di Lebanon, serta seorang pejabat militer Israel. Seluruhnya berbicara dengan syarat anonim karena tidak memiliki izin untuk menyampaikan informasi kepada publik.

Di tengah situasi tersebut, Hasbullah disebut mengandalkan dukungan finansial yang signifikan dari Iran untuk mempertahankan operasional militernya. Salah satu sumber dari Lebanon mengatakan kelompok itu memiliki anggaran sekitar 50 juta dolar AS per bulan yang sebagian besar berasal dari Teheran.

“Dana itu terutama digunakan untuk membayar gaji para pejuang serta menjaga kesiapan militer,” ujar sumber tersebut.

Seorang pejabat asing yang mengetahui aktivitas keuangan kelompok tersebut juga mengonfirmasi besaran anggaran bulanan tersebut.

Selain mengandalkan bantuan luar negeri, Hasbullah juga memperkuat kemampuan produksi senjata secara lokal. Beberapa sumber menyebut kelompok itu memproduksi drone dan roket secara mandiri di dalam negeri, meskipun kemampuan produksinya disebut telah berkurang akibat serangan Israel dalam konflik sebelumnya.

Baca Juga :  Persib U18 Siap Hadapi PSM, Bidik Puncak Klasemen

Pejabat militer Israel menyatakan bahwa Hasbullah masih memiliki persediaan senjata yang cukup besar dan terus berusaha menambahnya melalui berbagai jalur.

“Mereka masih memiliki banyak senjata dan berusaha mempersenjatai diri kembali. Mereka mencoba menyelundupkan senjata dan kami berusaha mencegahnya,” kata juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani.

Upaya persenjataan ulang tersebut terjadi di tengah situasi pascaperang yang masih sulit di Lebanon selatan. Sekitar 60.000 warga Lebanon dilaporkan masih mengungsi sejak konflik 2024, sebagian besar berasal dari komunitas Muslim Syiah yang menjadi basis dukungan Hasbullah.

Banyak rumah mereka masih hancur, sementara bantuan keuangan dari Iran juga digunakan untuk membantu biaya sewa tempat tinggal sementara bagi para pengungsi.

Meskipun berada dalam tekanan, tanda-tanda peningkatan aktivitas militer Hasbullah mulai terlihat dari intensitas serangan yang dilakukan kelompok tersebut baru-baru ini. Pada 2 Maret, hari pertama mereka melancarkan serangan terhadap Israel, sekitar 60 roket dan drone diluncurkan.

Jumlah yang sama kembali ditembakkan pada hari berikutnya. Namun pada 4 Maret, jumlah proyektil yang ditembakkan meningkat lebih dari dua kali lipat.

Menurut seorang pejabat asing yang memantau aktivitas kelompok tersebut, peningkatan itu menunjukkan bahwa Hasbullah masih memiliki cadangan senjata yang cukup besar.

“Lonjakan jumlah serangan itu menunjukkan mereka memiliki stok yang lebih besar dari yang diperkirakan,” katanya.

Sebuah lembaga pemikir keamanan Israel, ALMA Research and Education Center, memperkirakan bahwa sebelum serangan terbaru, Hasbullah memiliki sekitar 25.000 roket dan misil dalam persenjataannya. Sebagian besar merupakan senjata jarak pendek dan menengah.

Video yang dirilis Hasbullah pada awal Maret juga memperlihatkan seorang pejuang sedang menyiapkan drone di area berhutan. Analis pertahanan yang berbasis di Dubai, Riad Kahwaji, mengidentifikasi drone tersebut sebagai Shahed-101 yang menurutnya dapat diproduksi secara lokal.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 9 April 2026

Selain memperkuat persenjataan, Hasbullah juga disebut mengirim kembali pasukan elit Radwan mereka ke Lebanon selatan. Pasukan tersebut sebelumnya ditarik setelah konflik 2024.

Namun perang sebelumnya juga meninggalkan dampak besar bagi kelompok tersebut. Hasbullah diperkirakan kehilangan sekitar 5.000 pejuang dalam konflik dua bulan itu. Meski demikian, seorang sumber dari Lebanon mengatakan organisasi tersebut masih memiliki sekitar 95.000 anggota.

Menurut seorang pejabat asing lainnya, keputusan Hasbullah untuk meningkatkan kesiapan militer didorong oleh keyakinan bahwa Israel pada akhirnya akan menargetkan kelompok tersebut setelah menghadapi Iran.

“Mereka tahu bahwa mereka berikutnya dalam daftar,” kata pejabat tersebut. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :