VISI.NEWS | KEDIRI – PERSIB harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Persik Kediri pada pertandingan pekan ke-16 Super League 2025/26 di Stadion Brawijaya, Senin, 5 Januari 2026. Laga berjalan ketat sejak awal hingga akhir, dengan tensi tinggi yang turut diwarnai kontroversi kepemimpinan wasit.
Pada babak pertama, kedua tim bermain hati-hati meski intensitas pertandingan cukup tinggi. PERSIB yang tampil tanpa Marc Klok, Federico Barba, dan Eliano Reijnders, tetap mampu mengimbangi tekanan tuan rumah Persik Kediri.
Pelatih PERSIB Bojan Hodak menurunkan Teja Paku Alam di bawah mistar, dengan lini belakang diisi Julio Cesar, Kakang Rudianto, Alfeandra Dewangga, dan Patricio Matricardi. Di lini tengah dan depan, Hodak mengandalkan Luciano Guaycochea, Frans Putros, Beckham Putra Nugraha, Thom Haye, Uilliam Barros Pereira, serta Andrew Jung.
Sejak menit awal, Persik tampil agresif. Peluang pertama tuan rumah hadir melalui sepakan Jose Enrique, namun bola masih melebar dari gawang PERSIB. Tekanan Persik membuat PERSIB lebih banyak bertahan di awal laga.
Peluang berbahaya PERSIB baru tercipta pada menit ke-16 lewat tembakan Thom Haye dari luar kotak penalti, tetapi kiper Persik Leonardo Navacchio masih sigap mengamankan bola. Lima menit berselang, Barros harus menerima kartu kuning usai dianggap menyikut Yoga Aditama.
Persik kembali mengancam melalui tendangan bebas Ezra Walian pada menit ke-24, namun bola melayang tipis di atas mistar gawang. Beckham Putra sempat mendapatkan peluang emas di menit ke-30, tetapi sontekannya di dalam kotak penalti berhasil digagalkan Navacchio.
Menjelang akhir babak pertama, Teja Paku Alam menunjukkan ketangguhannya dengan menepis tembakan keras Wigi Pratama pada menit ke-37. Hingga tambahan waktu dua menit berakhir, kedua tim gagal mencetak gol dan skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PERSIB tampil lebih berani. Hasilnya, Saddil Ramdani berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-68 dan membawa Maung Bandung unggul 1-0. Gol tersebut sempat meningkatkan kepercayaan diri PERSIB dalam mengontrol jalannya pertandingan.
Namun situasi berubah drastis setelah Saddil menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81 dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan 10 pemain, PERSIB mendapat tekanan hebat hingga akhirnya Persik menyamakan kedudukan lewat gol Muhammad Fitly pada menit 90+5.
Usai laga, pelatih PERSIB Bojan Hodak menyoroti kepemimpinan wasit Muhammad Tri Santoso. Hodak menegaskan akan mengirimkan surat protes resmi, meski enggan berkomentar lebih jauh demi menghindari sanksi. Hasil imbang ini membuat PERSIB gagal kembali ke puncak klasemen dan harus puas membawa pulang satu poin dari Kediri.
@uli












