Pertama di Dunia: “Recombinant Multivalent COVID-19 Protein Vaccine” untuk Varian XBB

Silahkan bagikan
  • Dikembangkan WestVac Biopharma/West China Medical Center, Sichuan University raih izin uji klinis dari instansi produk medis nasional Tiongkok.

VISI.NEWS | CHENGDU, TIONGKOK – Recombinant bivalent COVID-19 protein vaccine (Sf9 cells) dan recombinant trivalent COVID-19 trimeric protein vaccine (Sf9 cells), dikembangkan oleh WestVac Biopharma/ West China Medical Center, Sichuan University untuk mengatasi varian XBB yang akhir-akhir ini beredar, meraih “Izin Uji Klinis” dari Instansi Produk Medis Nasional Tiongkok. Setelah uji klinik selesai, dua vaksin baru ini segera dipasarkan untuk mengatasi varian XBB. Kedua vaksin ini juga menjadi vaksin Covid-19 pertama di dunia yang menjalani uji klinis untuk mengatasi varian Covid-19 seperti XBB.

Tim Pencegahan dan Pengendalian Pandemi dalam naungan Dewan Negara Tiongkok mengadakan acara jumpa pers pada awal Mei 2023. Acara jumpa pers ini mengulas interaksi antara Tiongkok dan negara lain yang semakin meningkat, dampak global dari varian virus korona baru di Tiongkok yang kian meningkat drastis. Menurut data pemantauan, varian Covid-19 yang banyak beredar di Tiongkok telah berkembang menjadi varian XBB. Maka, WestVac Biopharma menggunakan insect cell recombinant protein vaccine platform yang mutakhir dan berskala internasional untuk mengembangkan recombinant bivalent COVID-19 (XBB + prototype strain) protein vaccine (Sf9 cell) Coviccine® bivalent, serta recombinant trivalent COVID-19 (XBB + BA.5 + Delta variant) trimeric protein vaccine (Sf9 cell). Kedua vaksin WestVac ini berperan penting dalam pencegahan varian XBB yang tengah beredar, serta berkontribusi besar dalam pengelolaan pandemi Covid-19.

Coviccine┬« Bivalent– Recombinant COVID-19 Bivalent (XBB+Prototype) Protein Vaccine (Sf9 Cell)

Recombinant COVID-19 Bivalent (XBB+Prototype) Protein Vaccine (Sf9 Cell) adalah versi terbaru Coviccine┬« –Recombinant COVID-19 Vaccine (Sf9 cell) yang dikembangkan WestVac Biopharma. Sejumlah riset menunjukkan, vaksin ini merangsang antibodi penetralan dengan titer tinggi untuk mengatasi sejumlah subvarian Covid-19, termasuk XBB.1.5, XBB1.16, XBB1.9.1, XBB.2.3, BA.5, BF.7, BQ.1[1]. Maka, vaksin ini merupakan vaksin Covid-19 yang bersifat universal dan mampu mengatasi berbagai varian, khususnya berkhasiat meningkatkan antibodi penetralan untuk varian XBB.

Baca Juga :  Pakar Pengelolaan Event UI Sebut Pembubaran Konser Berdendang Bergoyang Sudah Tepat

Recombinant COVID-19 Trivalent (XBB+BA.5+Delta) Trimeric Protein Vaccine (Sf9 Cell)

Dengan insect cell expression platform yang mutakhir dan berskala internasional dalam produksi vaksin protein rekombinan, WestVac Biopharma dan anak usahanya WestVac Biopharma(Guangzhou) mengembangkan vektor untuk Recombinant COVID-19 Trivalent (XBB+BA.5+Delta) Protein Vaccine (Sf9 Cell), serta membuat vaksin protein rekombinan trivalen yang sangat murni dan bermutu tinggi untuk digunakan manusia.

Antigen vaksin subunit tersebut dirancang secara akurat berdasarkan struktur protein sasaran S-RBD dan HR dari subvarian Covid-19 XBB dan BA.5, serta dapat dirakit sendiri menjadi partikel protein trimeric yang stabil. Riset menunjukkan, vaksin ini merangsang antibodi penetralan dengan titer tinggi untuk mengatasi sejumlah subvarian Covid-19 termasuk Omicron XBB.1.5, XBB1.16, XBB1.9.1, XBB.2.3, BA.5, BF.7, BQ.1, BA.2.75 sehingga vaksin ini digolongkan vaksin Covid-19 berspektrum luas untuk mengatasi berbagai subvarian di dalam dan luar negeri.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Bupati Bandung dan OPD akan Roadshow Lagi ke Desa-desa

Sen Mei 22 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna menyatakan bahwa Hari Kebangkitan Nasional berawal dari keinginan dari perwakilan setiap daerah untuk bersatu sehingga menjadikan Kebangkitan Nasional. “Nah tentu kebhinekaan tunggal ika ini salah satu pemersatu bangsa dan negara, kita jangan terlena. Pasca merdeka ini, sehingga kita jangan […]