Pertamina Bantah Kilang Minyak Cilacap Terbakar Karena Sabotase

Editor Tangki dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Cilacap masih terbakar hingga Minggu (14/11/2021) pagi. Kepulan asap hitam terlihat hingga radius puluhan kilometer dari Kabupaten Banyumas./suara.com/anang firmansyah/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | CILACAP – Direktur PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono mengatakan dugaan awal terjadinya insiden kebakaran kilang tangki 36T102 di area Kilang Cilacap karena adanya sambaran petir, bukan karena sabotase atau unsur kesengajaan.

“Investigasi awal seperti itu, Tim Polda juga sudah minta data BMKG dan rekaman CCTV,” kata Djoko Priyono, Senin (15/11/2021), seperti dilansir Suara.com yang menghubunginya.

Djoko mengungkapkan bahwa tim kepolisian dari Kapolda Jawa Tengah sudah melakukan pengecekan di lokasi insiden kebakaran tadi pagi.

“Tadi pagi Pak Kapolda dan rombongan telah meninjau ke lokasi serta melakukan pers conference,” ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR Nasyirul Falah Amru menilai peristiwa kebakaran yang terjadi di area Kilang Pertamina harus menjadi pintu masuk untuk memeriksa dugaan adanya unsur kesengajaan.
Sebab, kasus kebakaran kilang di Cilacap setidaknya telah terjadi tujuh kali sejak tahun 1995.

Di tahun 2021 ini saja kata dia mencatat sudah terjadi 3 kali kebakaran. Pertama Balongan, kedua dan ketiga terjadi di Cilacap.

Pertama pada bulan Februari 2021 kebakaran terjadi di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Kebakaran terjadi pada Senin (29/3/2021) dini hari dan sempat membuat geger karena besarnya skala kebakaran.

Kebakaran yang melanda kilang di Balongan cukup besar sehingga proses pemadaman memakan waktu sampai 2 hari. Ketika itu, petir disebut-sebut sebagai pemicu terjadinya kebakaran sehingga mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan analisis terhadap kejadian sambaran petir di sekitar lokasi kejadian.

Kedua kebakaran terjadi di Kompleks Kilang Paracilin PT Pertamina RU IV Cilacap, Jawa Tengah, pada 11 Juni 2021 sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran diduga karena sambaran petir akibat hujan deras.

Baca Juga :  Ijazah Anak Ditahan Sekolah karena Belum Melunasi Tunggakan, Sang Ayah Hanya Bisa Menitikkan Air Mata

Dan yang ketiga terjadi pada akhir pekan lalu, di mana tangki 36T102 di area Kilang Cilacap terbakar sekitar pukul 19.15 WIB pada Sabtu petang. Penyebab kebakaran sementara belum diketahui. Namun saat insiden terjadi, area kilang diguyur hujan lebat disertai petir.

Pada saat kebakaran, tim di lapangan melaporkan bahwa tangki 36T102 berisi Pertalite. Tangki memiliki volume 31 ribu hingga maksimal 39 ribu dengan level 15,9-20 meter.

Komisaris Utama PT Pertamina Persero, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta pihak kepolisian untuk mengusut insiden kebakaran di area kilang Cilacap Jawa, Tengah pada Sabtu (13/11).

Pasalnya insiden kebakaran kilang Cilacap ini diduga karena ada unsur kesengajaan.

“Soal pengusutan biar Polri saja yang mengusut,” kata Ahok saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (15/11).

Ahok menegaskan, pihaknya bersama dengan Dewan Komisaris sebetulnya sudah meminta jajaran manajemen Pertamina untuk memitigasi bencana setiap ancaman yang terjadi dari setiap area operasional Pertamina sejak awal tahun ini.

“Sudah sejak awal tahun,” kata Ahok. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Skuad Garuda Percaya Diri Jelang Laga Kontra Afghanistan Malam Ini

Sel Nov 16 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | TURKI – Timnas Indonesia akan menghadapi Afghanistan pada laga persahabatan internasional di Stadion Gloria, Antalya, Turki, Selasa (16/11/2021) malam ini dan menurut rencana disiarkan lagsung oleh salah satu TV nasional pkl. 21.00 WIB. Laga uji coba ini juga diadakan sebagai persiapan skuad Garuda menuju AFF Suzuki 2020 […]