VISI.NEWS | Jakarta – Wacana hak angket dugaan kecurangan Pemilu 2024 yang akan digulirkan ke DPR mulai suram. Meskipun peluang angket berjalan di DPR terbuka, namun pragmatisme parpol-parpol yang terlibat membuat kesuksesannya dipertanyakan.
Hal itu ditengarai oleh adanya perubahan sikap parpol, terutama setelah pertemuan antara Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo pasca Pemilu. Pertemuan tersebut kian menambah pesimisme terhadap pelaksanaan angket ini.
Peneliti Formappi, Lucius Karus, menyoroti adanya perubahan sikap parpol, terutama setelah pertemuan antara Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo. Dengan kondisi tersebut, kata Lucius Karus prospek angket untuk mengungkap kecurangan Pemilu terlihat semakin suram.
“Walau masih saja ada politisi Nasdem yang mengatakan komitmen mereka untuk mendukung hak angket tetapi jelas Surya Paloh tak semantap Ganjar saat berkomentar soal angket itu,” kata Lucius dalam keterangannya, Senin (26/2)¹.
Dikatakan Lucius, implementasi usulan yang digaungkan oleh kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di DPR tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. “Hanya saja usulan Ganjar untuk menelisik kecurangan Pemilu melalui hak angket DPR tentu bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan,” kata Lucius.
Dari sisi pengalaman selama ini, kata Lucius, DPR periode 2019-2024 dinilai belum berhasil mewujudkan banyak usulan terkait hak angket, seringkali layu sebelum terealisasi. Bahkan, usulan Ganjar semakin melewati jalan terjal lantaran UU telah mengatur penyelesaian sengketa hasil pemilu harus melalui Mahkamah Konstitusi.
“Proses angket tak memberikan kepastian apapun terkait kecurangan pemilu sehingga mestinya bukan jalan yang efektif untuk mendapatkan hasil pemilu yang jurdil,” demikian Lucius.
Sementara itu, Presiden Jokowi merujuk pada pertemuan dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Ahad, 18 Februari 2024, sebagai langkah awal dalam membangun “jembatan” atau menyediakan wadah untuk suatu kepentingan².
Pertemuan tersebut juga dianggap sebagai upaya Jokowi untuk meredam hak angket bansos yang juga menjadi isu hangat di DPR. Aktivis 98, Boni Hargens, menilai pertemuan Jokowi dan Surya Paloh mengindikasikan agar Partai Nasdem bisa meredam hak angket yang bakal diajukan partai-partai lain³.
“Jadi, pertemuan itu sebenarnya untuk meredam hak angket bansos di DPR. Karena, kalau hak angket bansos itu jalan, maka akan berdampak pada elektabilitas Jokowi,” kata Boni³.
Boni juga menilai pertemuan tersebut sebagai bagian dari jurus Jokowi untuk menangkis wacana hak angket dugaan kecurangan Pilpres. Selain bertemu dengan Surya Paloh, Jokowi juga berhasil menggaet Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan⁴.
“Jokowi memang pintar bermain politik. Dia tahu bagaimana cara mengamankan posisinya dari ancaman hak angket. Dia juga tahu bagaimana cara memecah belah koalisi oposisi yang ingin menggulirkan hak angket,” ujar Boni³.
Namun, langkah Jokowi tersebut mendapat kritik dari sejumlah pihak, termasuk dari kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang merupakan rivalnya di Pilpres 2024. Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menegaskan bahwa sikap koalisi mereka tidak berubah meski ada pertemuan Jokowi-Surya Paloh⁵.
“Koalisi kami tetap solid dan kompak. Kami tetap berkomitmen untuk mengawal proses demokrasi di negeri ini. Kami tetap mendukung hak angket sebagai instrumen konstitusional untuk mengungkap kebenaran,” tegas Jazilul⁵.
Jazilul juga menegaskan bahwa hak angket bukanlah bentuk dari kekecewaan atau dendam politik, melainkan sebagai upaya untuk menjaga integritas pemilu. Ia menilai bahwa ada banyak indikasi kecurangan yang terjadi di Pemilu 2024, mulai dari peretasan data pemilih, manipulasi suara, hingga intimidasi saksi.
“Kami tidak mau diam saja melihat kecurangan ini. Kami ingin ada transparansi dan akuntabilitas dari penyelenggara pemilu. Kami ingin ada keadilan bagi rakyat yang telah menggunakan hak pilihnya,” pungkas Jazilul.
@mpa