Perumda Pasar Juara Luncurkan Program Transformasi Digital untuk 37 Pasar di Kota Bandung

Editor Perumda Pasar Juara. /Instagram @perumdapasarjuarabdg
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Dalam upaya modernisasi dan peningkatan efisiensi operasional pasar, Perumda Pasar Juara meluncurkan program transformasi digital untuk 37 pasar di Kota Bandung. Program ini resmi diluncurkan pertama kali di Pasar Sederhana pada Senin, 3 Juni 2024.

Direktur Utama Perumda Pasar Juara, Pradana Aditya Wicaksana, menjelaskan bahwa transformasi ini mencakup digitalisasi sistem pembayaran retribusi pedagang, penanganan keluhan, dan berbagai aspek operasional pasar lainnya.

“Alhamdulillah, respon dari masyarakat dan pedagang sangat positif,” ujar Aditya di Kantor Perumda Pasar Kota Bandung. “Sistem ini memungkinkan kami untuk mengetahui status pembayaran retribusi pedagang secara real-time,” tambahnya.

Sosialisasi dan Dukungan Pemerintah

Aditya menegaskan bahwa Perumda Pasar Juara telah aktif menyosialisasikan sistem baru ini kepada warga Bandung, yang menyambutnya dengan baik. Dukungan dari Pemerintah Kota Bandung juga terlihat dengan penghargaan sebagai kota Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diraih baru-baru ini.

“Proyek transformasi ini dibagi berdasarkan wilayah: utara, selatan, barat, dan timur, dengan soft launching pertama di Pasar Sederhana di wilayah utara,” jelasnya. Target penyelesaian keseluruhan proyek transformasi digital ini adalah pada 1 September 2024.

Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga

Direktur Operasional dan Komersial Perumda Pasar Juara, Eliandi Sumar Dasuki, menyatakan bahwa sistem digital ini juga membantu pengendalian inflasi dengan menyediakan data harga kebutuhan masyarakat dan daya serap sembako.

“Kami bekerja sama dengan Disdagin dan Bulog untuk menstabilkan harga sembako, memberikan kepastian harga bagi masyarakat,” kata Eliandi. “Ini sangat penting, terutama menjelang hari-hari besar seperti lebaran, harga sering mengalami fluktuasi,” tambahnya.

Peningkatan Pendapatan dan Pengurangan Pungli

Eliandi juga menjelaskan bahwa digitalisasi ini bertujuan meningkatkan pendapatan dengan mengurangi kebocoran yang awalnya mencapai 78 persen menjadi hanya 22 persen. Selain itu, inisiatif ini membantu mengurangi potensi pungli, berkat kerja sama dengan Cyber Pungli Jabar.

Baca Juga :  Bea Cukai Surakarta Musnahkan Barang Ilegal Termasuk "Sex Toys"

“Potensi pendapatan melalui BUMD sangat besar, dan kami optimis digitalisasi ini dapat memaksimalkan potensi tersebut,” jelas Eliandi. Meskipun ada sedikit perbedaan dalam kebiasaan, respon dari pedagang dan masyarakat tetap positif. “Awalnya kami ragu, tapi ternyata mereka sangat antusias dengan sistem baru ini,” katanya.

Ambisi dan Harapan

Dengan 37 pasar dan sekitar 27.000 ruang dagang, sistem ini akan memastikan semuanya terdata dengan baik. Perumda Pasar Juara bercita-cita menjadikan Bandung sebagai kota studi tiru dalam sistem tata kelola pasar. Sebagai kota distribusi utama di Jawa Barat, Bandung memerlukan informasi dan respon cepat untuk perkembangan pasar yang pesat.

“Kami ingin pasar di Bandung menjadi tujuan wisata bagi pengunjung dari luar kota,” tutur Eliandi. Transformasi digital ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan pendapatan, tetapi juga memperkuat posisi Bandung sebagai kota distribusi dan tujuan wisata pasar yang inovatif dan modern.

Program transformasi digital ini merupakan langkah besar menuju modernisasi dan efisiensi pasar tradisional di Kota Bandung, membuka jalan bagi masa depan yang lebih terintegrasi dan berdaya saing tinggi.

@uli

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kemenag dan Lakpesdam PBNU Sinergi dalam Program Inklusi untuk Tekan Angka Perkawinan Anak di Indonesia

Sab Jun 8 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Pada hari Sabtu, 8 Juni 2024, Kemenag dan Lakpesdam PBNU telah menandatangani MoU sebagai tanda sinergi dalam program inklusi untuk menekan angka perkawinan anak di Indonesia. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin, dan Plt Ketua Lakpesdam, Ulil Abshar […]