Pesan Deding Ishak untuk Bupati dan Wakil Bupati Bandung yang Baru

Editor :
visi.news/dok

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pasangan Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Sahrul Gunawan harus bisa segera membuktikan pemimpin yang baru, wajah baru dan suasana baru di Kabupaten Bandung.

“Ini momentum bagus, trust-nya bagus, entry pointnya bagus dari hasil suaranya itu signifikan, 56 persen. Artinya, harapan masyarakat ini besar untuk sebuah perubahan di Kabupaten Bandung ini. Jangan sampai perubahannya kitu-kitu keneh nanti orang kecewa lagi,” pesan politisi senior Partai Golkar Kabupaten Bandung Deding ishak kepada VISI.NEWS, Selasa (26/4/2021).

Trust yang sangat kuat dari masyarakat ini, kata Deding, harus segera bisa dibuktikan oleh pasangan Bedas ini. Kemenangan yang signifikan ini merupakan kontrak politik antara pemimpin dengan rakyatnya yang tidak tertulis. “Ini harus dijadikan momentum yang baik dan jangan disia-siakan. Kuncinya, harus solid antara bupati dan wakil bupati, banyak cerita kan,” ujarnya.

Dadang dan Sahrul dituntut untuk segera bisa menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum tuntas. “Nah oleh karenanya, semua baik bupati dan wakil bupatinya maupun para pengusungnya harus saling bahu membahu, karena sekarang ini bukan cawe-cawe, karena butuh pembuktian kepada masyarakat yang pernah disampaikan melalui janji-janji politik. Janji itu kan hutang yang harus ditunaikan,” kata mantan legislator yang pernah lima periode duduk di kursi DPRD Jabar dan DPR RI ini.

Apalagi sekarang, kata Deding, pertama kondisi pandemik yang belum reda, kedua hanya sampai 2024 usia pemerintahan Bedas ini, karena akan ada Pilkada Serentak lagi. “Jadi memang sebaiknya, semua pihak, termasuk stakeholder utama, partai pengusungnya untuk memberikan kesempatan kepada Bedas lebih arif dan bijak semuanya. Kita telah berhasil menyelenggarakan pilkada, aman tidak ada gejolak dan lancar,” ungkap Deding.

Baca Juga :  PAN Siap Berkoalisi Dukung Program BEDAS

Katanya lebih lanjut, yang harus disadari oleh para pengusung, bukankah mereka mengusung bedas itu karena ada satu komitmen, satu cita-cita untuk melakukan perubahan. Ke arah yang lebih baik dan sebagainya untuk lebih mengharapkan kesehahteraan masyarakat Kabupaten Bandung.

Jangan Direcoki Dulu

“Beri kesempatan dan jangan direcoki dulu, dengan pengalaman yang ada dan masih muda, tentu DS ini sudah cukuplah. Sekarang Sahrul juga harus membuktikan, dan mudah-mudahan bisa. Kita wajib membantunya, yang tadinya tidak mendukung juga sekarang harus mendukung, termasuk DS-nya sendiri. Jangan sampai wah ini mah bukan pendukung saya dihare-harekeun, di engkekeun, padahal itu urusannya sudah urusan rakyat, urusan semua,” katanya.

Kata Deding, kita harus mendukung secara kritis dan obyektif, bukan mendukung tanpa reserve, bukan mendukung membebek, tapi mendukung secara kritis terhadap apa-apa yang kurang. Semangatnya watawa saubil hak, sebagai sahabat, sebagai teman yang baik.

“Begitu juga Golkar, siapapun yang jadi harus didukung. Apalagi Ketum Golkar ini kan Menko yang mendukung semua kepala daerah dari partai manapun. Bukan hanya kepala daerah dari partai Golkar, DS ini juga sebagai kepala daerah mendukung pemerintah pusat, tidak ada alasan masa tidak mendukung pemerintah yang diatas.Begitu juga teman-teman di fraksi Golkar DPRD harus mendukung DS. Pan kan sekarang sudah jelas mendukung DS, PDIP juga sama, masa Gokar akan sendirian, tidaklah.

“Dan, saya pikir pasangan ini termasuk juga para pengusungnya ini sudah istiqomah karena sudah melewati beberapa ujian, termasuk kemenanganya harus melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Bedas ini keliling kan, ini menurut abdi, DS ini pemimpin yang lumayan tahan banting. Meskipun DS ini manusia juga, pasti ada kekurangan. Tapi kan relatif banyak positifnya, jadi banyak harapan dari kepemimpinannnya. Harapan rakyat ini besar, beri kesempatan itu,” tandasnya.

Baca Juga :  AOC Dinobatkan Sebagai Monitor Gaming No. 1 di Dunia Tahun 2020

Lebih tegas Deding mengatakan, Bedas harus tampil beda, kepemimpinan baru, wajah baru, suasana baru. Ini kan yang harus bisa dilakukan. “Supaya orang bisa menilai oh Bedas itu memang sesuai harapan masyarakat, tanpa menapikan keberhasilan atau prestasi bupati atau pemimpin sebelumnya. Kabupaten Bandung ini sebagai hinterland harus menjadi kabupaten termaju di indonesia, khususnya di Jawa Barat, karen potensi sumber daya alam, sumber daya manusianya luar biasa, bagaimana membangun smart city, kota pintar, ya smart birokrasinya seperti apa, termasuk masyarakatnya, perguruan tinggi,” ungkapnya.

Tentang Penempatan Pejabat

Ada yang menarik dari DS ini, kata Deding, saat menyampaikan kesiapannya kerjasama dengan perguruan tinggi. “Nah ini bagus, di Bandung kan ada ITB, ada UPI, ada Al Jawami, begitu siap semua bisa berkerjasama, dengan kepemimpinan yang pentahelik yang meliputi ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media). Semua dirangkul dan dikembangkan seperti itu. Jadilah bapaknya rakyat Kabupaten Bandung, semuanya warga masyarakat Kabupaten Bandung yang harus diayomi agar tercapai masyarakat yang sejahtera dan maju,” paparnya.

Umpamanya sekarang, kata Deding, mengenai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), dan soal pembenahan birokrasi kan penting. Ia menyarankan untuk dilakukan audit kinerja dan audit keuangan, agar supaya penilaiannya bisa obyektif, termasuk penempatannya. “Jangan sampai ini karena orang lama, pendukung rezim, engga bisa begitu. Penilaiannya adalah bagaimana dia itu intergritasnya, kapasitasnya, yang sesuai dengan aturan kepegawaian. Jangan sampai jauh sebelumnya sudah dijadikan target. Wah ini jatah partai A, partai B, atau partai C, apalagi bupati terus didesak seperti itu, kan birokrasi tidak bisa begitu,” kata Deding.

Untuk jabatan politis itu, kata Deding, sebatas Bupati/Wakil BupatiSedangkan untuk Sekda dan pejabat dibawahnya tidaklah. Kalau ada kedekatan dengan orang partai tertentu itu tidak jadi masalah dan tidak bisa ditutupi, silakan saja, sepanjang memenuhi undang-undang dan bisa memenuhi harapan publik.@mpa/asa

Baca Juga :  Update Corona 15 Agustus: 137.468 Positif, 91.321 Sembuh

 

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Survei FICO: Satu dari 11 Konsumen Indonesia Mencurigai Identitasnya Dicuri

Sel Apr 27 , 2021
Silahkan bagikan Satu dari 33 orang menyadari aksi ini telah terjadi sebelumnya. Survei FICO menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap prokol keamanan perbankan di tengah maraknya pembukaan akun bank lewat internet VISI.NEWS – Menurut survei FICO tentang pembuktian identitas (identitas proofing) dan perbankan digital, aksi pencurian identitas menjadi ancaman nyata bagi masyarakat […]