Search
Close this search box.

Peserta Pelatihan WatSan ERT Batch 2 Langsung Melakukan Praktik Lapangan  

Peserta Pelatihan Dasar Emergency Respons Team (ERT) WatSan gelombang 2 langsung masuk ke tahap praktik lapangan pada hari pertama pelatihan di SAGIWE Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (5 Oktober 2025).

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG – Peserta Pelatihan Dasar Emergency Respons Team (ERT) WatSan gelombang 2 langsung masuk ke tahap praktik lapangan pada hari pertama pelatihan di SAGIWE Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (5 Oktober 2025). Mereka mengawali pelatihan dengan melakukan Jar Test atau metode pengujian untuk menentukan dosis optimal koagulan dan flokulan yang diperlukan dalam proses pengolahan air baku menjadi air siap minum. Materi lanjutan adalah pengenalan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile milik Disperkim Jabar.

Setelah makan malam, peserta ditugaskan membangun latrine (jamban) sebagai fasilitas utama sanitasi darurat. Kegiatan berlangsung hingga larut malam dan terbagi dalam dua kelompok, yang masing-masing bertugas merancang dan membangun unit latrine dan menghitung kebutuhan berdasarkan Sphere Standard.

Kelompok pertama melaksanakan pengambilan air baku menggunakan truk tangki sebagai bagian dari praktik distribusi air bersih. Air yang dikumpulkan akan digunakan untuk mendukung operasional fasilitas latrine yang sedang dibangun.

Sementara itu, kelompok konstruksi melanjutkan pembangunan fasilitas latrine yang menjadi bagian dari skenario latihan dalam mendirikan infrastruktur sanitasi darurat di lokasi terdampak bencana. Dalam suasana gelap dan alam terbuka, peserta mengikuti pengarahan teknis dari instruktur tentang desain latrine darurat, prinsip higienitas, keamanan, dan penerimaan sosial budaya di lokasi bencana.

watsan2d1Peserta juga mendapatkan pemaparan pengalaman nyata dalam penggunaan alat berat saat operasi SAR, penanggulangan bencana bersama TNI Zeni Konstruksi (Zikon), dan berbagai tim kemanusiaan lainnya. Keterampilan teknis dalam pengoperasian alat berat di lapangan menjadi nilai tambah bagi tim relawan dalam operasi tanggap darurat ke depan.

Menariknya, mulai tengah malam para peserta sudah mulai menggunakan hasil sanitasi darurat yang mereka bangun sendiri — sebuah simulasi realistis yang menguji kesiapan dan efektivitas perencanaan fasilitas di lapangan.

Baca Juga :  Hinca: Negara Harus Tuntaskan Penyebab Kematian Nizam Syafei

Banny Adam Bachtiar, staf logistik dan kedaruratan BPBD Provinsi Jawa Barat yang bertugas menjadi instruktur alat berat, menyampaikan bahwa pelatihan ERT Watsan ini sangat perting. “Pelatihan ini dirancang agar peserta memiliki pengalaman langsung menghadapi tantangan penyediaan air dan sanitasi dalam kondisi krisis. Di dalamnya ada koordinasi teknis, logistik distribusi air, serta pembangunan fasilitas penting berbasis standar kemanusiaan global,” ujar Banny yang pernah menjadi peserta latihan ERT WatSan gelombang 1. @TKS

Baca Berita Menarik Lainnya :