VISI.NEWS | CRANS-MONTANA – Sedikitnya 40 orang tewas dan 115 lainnya luka-luka setelah kebakaran hebat melanda sebuah bar yang dipenuhi pengunjung saat perayaan malam Tahun Baru di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss, Kamis (1/1/2026). Tragedi tersebut terjadi di bar Le Constellation dan menjadi salah satu bencana paling mematikan di negara itu dalam beberapa dekade terakhir. Demikian dikutip dari The Straits Times, Jumat (2/1/2026).
Polisi setempat menyatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari waktu setempat, saat ratusan orang tengah merayakan pergantian tahun. Bar Le Constellation dikenal sebagai tempat hiburan populer, terutama di kalangan anak muda dan wisatawan yang berlibur di kawasan Swiss barat daya tersebut.
Presiden Swiss Guy Parmelin menyebut insiden ini sebagai “salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami Swiss.” Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar korban meninggal adalah anak-anak muda, sehingga duka mendalam dirasakan tidak hanya oleh keluarga korban, tetapi juga masyarakat luas.
Penyebab kebakaran awalnya dilaporkan sebagai ledakan, namun hingga kini masih dalam penyelidikan. Otoritas menyatakan tidak ada indikasi serangan teroris dan kebakaran diduga kuat merupakan kecelakaan. Namun, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan pemicu utama insiden tersebut.
Proses identifikasi korban diperkirakan memakan waktu lama karena banyak jenazah mengalami luka bakar parah. Aparat menggunakan data gigi dan DNA untuk memastikan identitas para korban. Sejumlah negara asing juga terlibat dalam proses ini karena korban berasal dari berbagai kewarganegaraan.
Rekaman video yang diverifikasi media internasional memperlihatkan api dengan cepat melalap bangunan, memicu kepanikan massal. Seorang saksi mata, Samuel Rapp (21), menggambarkan suasana mencekam dengan orang-orang berteriak dan beberapa tergeletak di tanah, sebagian ditutupi jaket.
Dua perempuan asal Prancis yang selamat mengaku melihat api pertama kali muncul dari area basement bar. Mereka menduga kebakaran dipicu oleh botol berisi lilin kembang api yang terlalu dekat dengan langit-langit kayu, sehingga api dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan.
Kejaksaan setempat telah membuka penyelidikan resmi atas insiden tersebut. Jaksa Beatrice Pilloud menyatakan masih banyak hal yang harus diklarifikasi, termasuk kemungkinan kelalaian keselamatan. Informasi awal menyebutkan kebakaran besar memicu ledakan di dalam bangunan.
Tim penyelamat mendirikan pusat triase darurat di beberapa lokasi sekitar, termasuk bar lain dan sebuah bank. Ambulans dan helikopter terus berdatangan untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit di Lausanne, Zurich, serta negara tetangga seperti Prancis dan Italia yang menawarkan bantuan medis.
Pada malam hari, ratusan warga dan wisatawan berkumpul di sekitar lokasi kejadian untuk mengenang para korban. Mereka menyalakan lilin dan meletakkan bunga di altar darurat. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam, mengubah perayaan awal tahun di Crans-Montana menjadi hari berkabung nasional dan internasional.
@uli












